Cerita Pengacara Korban Penyekapan, Klien Trauma Berat, Sampai Takut Dengar Suara Bel

Ilustrasi pengusaha dianiaya di Depok (Istimewa)
Ilustrasi pengusaha dianiaya di Depok (Istimewa)

DepokToday – Hingga saat ini, korban penyekapan, yaitu seorang pengusaha dari Depok bernama Handiyana Sihombing masih mengalami trauma. Hal itu disampaikan pengacara korban, Tatang, pada Selasa 31 Agustus 2021.

Menurut Tatang, kliennya yang merupakan korban penyekapan itu masih merasakan trauma mendalam  hingga saat ini, bahkan dia juga berencana untuk menghilangkan traumanya itu dengan datang ke psikiater.

“Iya masih trauma hingga saat ini, bahkan dalam waktu dekat ini lagi ngatur mungkin ke RSCM atau rumah sakit lain (penyembuhan trauma),” sebut Tatang.

Menurut dia, korban saat ini mengalami trauma berat, bahkan dalam bentuk tidak dapat berada di tengah orang banyak dan mendengar bunyi bel. “Jadi apalagi kalau sudah mendengar bunyi bel atau klakson itu sudah trauma, kadang kita bicara saja suka tidak nyambung,” sebut dia.

Dalam peristiwa itu kata dia, kekerasan psikis berupa pengancaman dan kekerasan fisik dirasakan oleh korban. Menurut Tatang, dalam penyekapan selama tiga hari itu, kliennya diminta untuk menyerahkan sejumlah aset hingga mencapai Rp41 miliar.

Sedangkan untuk sang istri yang ikut disekap kata dia, diminta mencari semua aset oleh pelaku untuk diserahkan seluruhnya. “Jadi kalau ada yang kurang istri ini yang diminta untuk mencari ya,” papar Tatang.

Baca Juga : Terungkap, Begini Penampakan Handiyana Saat Disekap di Hotel Margo

Kini, dia berharap Polisi bisa menangkap seluruh pelaku penyekapan tersebut, agar kasus ini dapat segera benderang.

Sebelumnya, Polisi telah amankan dua orang terduga pelaku penyekap seorang pengusaha di Depok berinisial AH bersama sang istri I yang disekap di Hotel Margo City selama tiga hari pada pekan lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes mengatakan, dua orang yang diamankan merupakan teknisi di perusahaan korban bekerja, pada saat kejadian, keduanya memiliki tugas menjaga korban selama peristiwa penyekapan itu berlangsung. (lala/*)