Cegah Klaster Sekolah, Ini Pedoman PTM Terbatas dari Pemkot Depok

Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)
Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)

DepokToday – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, protokol kesehatan ketat menjadi faktor utama dalam penyelenggaran PTM Terbatas ini, agar klaster baru COVID-19 tidak terjadi.

“PTM Terbatas di satuan pendidikan harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19,” kata Idris yang tertuang dalam Perwal Kota Depok No. 66 tahun 2021 tentang Pedoman PTM Terbatas.

Baca Juga: Cegah Timbul Klaster Baru, Wali Kota Akan Swab Keliling Dua Minggu di PTM Terbatas

Berikut protokol kesehatan yang harus dilakukan satuan pendidikan dan siswa:

– Satuan Pendidikan (sekolah)

1. melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan;

2. memastikan kecukupan cairan disinfektan, sabun cuci tangan, air bersih, dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer);

3. memastikan ketersediaan masker, dan/atau masker tembus pandang cadangan;

4. memastikan thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) berfungsi dengan baik; dan

5. melakukan pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan, memeriksa suhu tubuh dan menanyakan adanya gejala umum seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala, mual/muntah, diare, anosmia (hilangnya kemampuan indra penciuman), atau ageusia (hilangnya kemampuan indra perasa).

6. melaporkan hasil pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan harian kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Baca Juga: Kadisdik Sebut Sampai Desember, PTM Terbatas Masih Fase Transisi

– Siswa

1. Sebelum berangkat

– sarapan/konsumsi gizi seimbang;

– memastikan diri dalam kondisi sehat;

– menggunakan dan membawa masker cadangan;

– membawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer); air minum sesuai kebutuhan; dan perlengkapan pribadi, meliputi: alat belajar, ibadah, dan alat lain sehingga tidak perlu pinjam meminjam.

2. Selama perjalanan

– menggunakan masker dan tetap menjaga jarak minimal 1,5 meter;

– hindari menyentuh permukaan benda-benda, tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut, dan menerapkan etika batuk dan bersin setiap waktu;

– membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan transportasi publik/antar-jemput.

3. Masuk lingkungan sekolah

– batas pengantaran di lokasi yang telah ditentukan;

– pemeriksaan kesehatan meliputi: pengukuran suhu tubuh dan adanya gejala umum;

– melakukan cuci tangan pakai sabung sebelum memasuki satuan pendidikan dan ruang kelas;

– untuk tamu, mengikuti protokol Kesehatan di satuan pendidikan.

4. Selama Kegiatan Belajar Mengajar

– menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter;

– menggunakan alat belajar, dan alat minum pribadi;

– dilarang pinjam-meminjam peralatan belajar dan ibadah;

5. Selesai Kegiatan Belajar Mengajar

– tetap menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum meninggalkan ruang kelas;

– keluar ruangan kelas dan satuan pendidikan dengan menerapkan jaga jarak;

– penjemput peserta didik menunggu di lokasi yang sudah disediakan dan melakukan jaga jarak sesuai dengan tempat duduk dan/atau jarak antri yang sudah ditandai.

6. Setelah Sampai di Rumah

– melepas alas kaki, meletakan barangbarang yang dibawa di luar ruangan dan melakukan disinfeksi terhadap barangbarang tersebut,

– membersihkan diri (mandi) dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi fisik dengan orang lain di dalam rumah;

– tetap melakukan PHBS khususnya cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir secara rutin.

(ade/*)