Cegah Corona, Rutan dan Lapas di Lockdown

0
304
Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Tejo Arwanto (DepokToday, Rul)

CILODONG– Sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara atau Rutan ditutup atau di-lockdown untuk sementara waktu. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 (Corona).

Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Tejo Arwanto mengungkapkan, selama aturan itu berlaku, maka tidak ada jam besuk untuk warga binaan secara langsung. Solusinya, diganti dengan video call yang disiapkan di masing-masing rutan ataupun lapas.

“Kami dari Ditjen Pas diberi tugas untuk melakukan pengawasan dan pemantauan. Setelah kita amati ada beberapa langkah pencegahan pertama sesuai instruksi, memutus rantai penyebaran virus Corona,” katanya saat ditemui usai melakukan inspeksi mendadak di Rutan Depok pada Rabu 18 Maret 2020.

Dari hasil pemeriksaan saat ini, Tejo menilai, Rutan Depok telah menjalankan tugasnya sesuai dengan arahan yang berlaku.

“Di Depok sudah dijalankan, pemeriksaan badan, pengukuran suhu, pemberiam hand sanitizer, dan alhamdulillah beberapa hari ini sudah efektif, tak ada yang di atas 37.5 derajat. Saya pantau sudah maksimal.”

Selain itu, ia mengklaim sejumlah narapidana juga telah memahami cara pencegahan virus Covid-19. “Di dalam sudah diberi sosialisasi ternyata sudah. Para tahanan sudah sadar dan mengetahui ada langkah-langkah untuk menjaga kesehatan,” ujarnya

Tejo pun menyebut, para warga binaan telah memahami kondisi ini (lockdown). “Tidak kalah penting, ada pemahaman seluruh warga binaan atas lockdown kunjungan.”

Namun dirinya menegaskan, sebagai solusinya, kunjungan langsung pada para warga binaan diganti dengan video call atau telepon. “ Jadi hak-hak dasar mereka telah diberikan tentang pemenuhan kebutuhan makan, kemudian kunjungan yang tadinya langsung sekarang menggunakan IT,” jelasnya

“Jadi kita tidak memutuskan, tetapi membuat mekanisme agar kunjungan bisa berlangsung namun upaya-upaya menjaga kesehatan tetap diutamakan,” ujarnya di dampingi Kadiv Pas Kanwil Kumham Jabar, Abdul Aries

Ketika disingung rutan dan lapas mana saja yang di-lockdown, Tejo mengaku hal itu tergantung situasi masing-masing daerah. “Kita lihat dulu, di zona kuning jika belum ada indikator dari pemerintah daerah untuk menentukan bahwa dibatasi ruang gerak dan sebagainya, kita tidak melakukan seperti itu.”

Namun dibeberapa rutan maupun lapas sudah berlaku. “Saya lihat tadi di Gunung Sindur, kemudian di Depok, ternyata untuk sementara kunjungan langsung ditiadakan selama 14 hari. Di tempat-tempat lain juga mungkin melakukan hal yang sama untuk mencegah penyebaran virus yang lebih besar lagi.”

Pemeriksaan suhu tubuh di Rutan Depok (istimewa)

Waspada Zona Merah

Lebih lanjut Tejo menegaskan, sampai saat ini belum ada lapas ataupun rutan yang masuk dalam zona merah Covid-19.

“Di UPT kemasyarakatan belum ada. Zona merah itu terindikasi terjangkitnya petugas, napi, tahanan dan anak. Selama ini informasi yang kami dapat di seluruh Indonesia belum ada seperti itu.”

Namun untuk zona kuning, itu berlaku untuk seluruh lapas dan rutan.

“Umumnya yang belum disampaikan oleh pemerintah daerah itu berarti masih zona kuning. Tapi kan prediksi zona kuning pemerintah daerah berbeda dengan prediksi kita. Kalau kita merupakan suatu pencegahan. Ya kita waspada,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Rutan Depok, Dedy Cahyadi mengatakan, karena ditutup untuk sementara waktu, maka kunjungan untuk para napi hanya bisa dilakukan melalui sambungan selular atau video call.

Terkait hal itu, pihaknya pun telah menyiapkan ruangan khusus lengkap dengan alat penunjang video call yang terdiri dari 10 unit alat digital. Fasilitas ini dapat dinikmati para warga binaan (napi) secara cuma-cuma alias gratis sesuai dengan jam besuk.

“Gratis tidak dikenakan biaya, tapi kita gilir karena tempat terbatas. Jamnya seperti jam kunjungan, hanya kunjungan-kunjungan biasa diganti dengan elektronik kunjungan.”

Ia menegaskan, seluruh warga binaan mendapat hak yang sama. Namun karena ruangan dan alatnya terbatas maka hal itu diatur sesuai kebutuhan. “Supaya bisa kebagian semua, kita kasih waktu sekitar 3-4 menit paling banyak,” katanya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here