Catat! Penumpang Perjalanan Udara Kini Wajib Terdaftar di Aplikasi Ini

GeNose PT KAI
Calon penumpang KA melakukan tes GeNose di Stasiun Pasar Senen. (Foto: Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)

DepokToday – Sejak 19 Juli lalu, pemerintah mulai menerapkan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara.

Berdasarkan situs resmi Kemenkes, peraturan ini berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Sistem ini membuat secara otomatis mencantumkan Informasi hasil tes swab PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara pada aplikasi Pedulilindungi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi menyebutkan, integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan.

“Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama 2 minggu dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini, kebijakan tersebut kita berlakukan secara resmi karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu. Mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan,” sebut dia dilansir Minggu 25 Juli 2021.

Baca juga: Waduh.. Virus Corona Diduga Bisa Menyebar dari Kentut, Sejumlah Penelitian Ungkap Begini

Dengan mekanisme tersebut, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

Semua Data Penumpang Perjalanan Udara Dispastikan Aman

”Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi,” terang dia.

Dengan mekanisme baru ini membuat pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman.

‘Di situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat. Melalui integrasi sistem ini, kita juga dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes dan lacak secara real time sehingga ini akan membantu upaya penurunan laju penyebaran virus COVID-19,” papar dia.  (lala/*)