Cantik-cantik SPG Sapi, Bertahan Ditengah Pandemi

Haji Doni (tengah) pemilik Mall Hewan Kurban saat meninjau sejumlah sapi di tempatnya berjualan (istimewa)

CIMANGGIS- Sales promotion girl atau SPG, biasanya identik dengan dunia automotif, rokok atau teknologi digital. Tapi di Depok, Jawa Barat, sejumlah gadis berparas cantik itu digaet untuk menjajakan sapi.

Pemandangan tak biasa itu ditemukan di Mall Hewan Kurban milik Ramdoni, di kawasan Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Depok. Strategi marketing yang digagas oleh sang pemilik telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Biasanya, para SPG di tempat itu mengusung tema koboi. Namun karena pandemi Covid-19, tentu saja tampilan mereka pun disesuaikan, mengikuti aturan protokol kesehatan. Sisi, salah satu SPG di tempat itu pun tak menampik jika kondisi saat ini telah membuat banyak perubahan di tempatnya bekerja.

“Pastinya ada perubahan. Pertama kan kita biasanya SPG nya ramai, tapi sekarang dikurangi. Terus juga karena lagi pandemi jadi kita lebih fokus utk gimana caranya tetap bisa jalan tapi membantu pemerintah mengurangi virus,” katanya mengawali percakapan bersama Hops.id, di tempatnya bekerja, Rabu 8 Juli 2020

Mahasiswi jurusan Bahasa Inggris ini tak menampik, ada sedikit kekhawatiran ketika melakoni profesi tersebut. Sebab, di tengah pandemi ia harus bertemu dengan banyak orang, di tempat terbuka.

“Sebenernya iya. Tapi kan pake face shield, terus masker dan cuci tangan juga,” tutur gadis 22 tahun tersebut.

SPG Mall Hewan Kurban (Istimewa)

Selain melengkapi pegawai dengan alat pelindung diri (APD), di tempat Sisi bekerja juga menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat bagi tamu yang datang. Kebijakan ini tentu saja membuat Sisi dan teman-temannya merasa aman.

“Yang pasti karena udah masuk ke peraturan dari President kalo misalnya kt wajib masker. Makanya disini pengunjung wajib masker, kalau mereka enggak bawa ya enggak kami kasih masuk,” ujarnya

Pemilik rambut ikal panjang ini mengakui, jika keluarganya sempat merasa was-was dengan profesi yang digelutinya itu. Upaya lain yang dilakukan sang pemilik untuk melindungi parapegawainya itu ialah dengan mengganti tema atau konsep tampilan SPG.

“Supaya enggak terlalu menarik perhatian banget. Tahun lalu kan koboi, kalau tahun ini ditiadakan agar enggak terlalu memancing perhatian orang,” katanya.

Utamakan Kesehatan

Sejumlah pelaku usaha yang menyediakan hewan kurban pada tahun ini ikut terkena imbas pandemi Covid-19. Banyak dari mereka yang mengaku omsetnya turun drastis jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya yakni Ramdoni, pemilik Mall Hewan Kurban, tempat Sisi bekerja. Pria yang akrab disapa Haji Doni itu mengaku, saat ini dirinya hanya mampu memasok sapi sekira 30 persen dari biasanya.

Hal itu terjadi karena berbagai faktor. Di antaranya, karena aturan protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19 yang cukup ketat.

“Kalau penurunan pasti ya, biasanya kami bawa hewan 6.200 ekor sapi, sekarang yang lolos hanya 1.500 ekor. Jadi tahun ini tuh betul-betul ya, dalam perjalanan amat sulit untuk dibawa,” katanya

Doni mengungkapkan, aturan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 tidak hanya berlaku bagi manusia, namun juga pada hewan ternak, salah satunya sapi. Hal ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui kementerian terkait.

“Jadi bukan hanya manusia saja yang diperiksa, tapi sapi juga oleh dinas terkait, terutama dokter hewan. Seluruh sapi yang masuk Kota Depok, perjalanannya itu amat sulit ya, diperiksa di setiap perbatasan sampai seluruhnya dinyatakan lolos Covid-19.”

Dirinya menjelaskan, hewan yang dibawanya untuk dijual sebagai kurban telah dipastikan sehat. Dan itu nantinya akan dilampirkan melalui dokumen-dokumen pelengkap atau sertifikat.

“Jadi sapi ini diperiksa terus menerus, tanggal berapanya, dan baru bisa diterima. Andai kata ada sapi sakit, itu ada masalah. Contoh kaya kemarin dari 17 ekor ada satu ekor yang sakit dan ditolak sampai harus dikembalikan ke tempat asalnya, ada surat penolakannya,” ujar Doni

Haji Doni (Istimewa)

Ia menilai, kebijakan yang diberlakukan pemerintah sangat bermanfaat untuk masyarakat, terutama untuk mereka yang ingin membeli hewan kurban. Sebab dengan serangkaian tes dan aturan yang berlaku maka hewan kurban dapat dijamin kesehatannya. “Jadi untuk tahun ini untuk kurban tidak usah takut.”

Garansi Sapi

Lebih lanjut Doni mengaku, untuk penjualan dirinya masih bersyukur lantaran sapi-sapi yang dijajakannya telah terpesan hampir 80 persen. Meski stoknya terbatas, namun Doni berjanji pihaknya tidak akan menaikan harga jual.

“Harga sama saja, kalau sekarang mungkin profit (pendapatan) kita saja yang jauh berkurang. Harga rata-rata itu Rp 14 juta, tertinggi ada yang sampai Rp 80 juta hingga Rp 100 juta.”

Doni juga menegaskan, untuk memberi rasa aman pada para konsumen, pihaknya telah menyiapkan sertifikat atau dokumen terkait kesehatan hewan kurban. Ia bahkan siap memberi garansi jika hewan yang dijualnya sakit saat dibeli.

“Sedikit tips dari saya, kalau mau beli hewan kurban periksa ya surat-suratnya, jangan membeli sapi bila tidak ada sertifikat surat kesehatannya.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here