Cabul, Oknum Dokter Onani dan Campur Sperma ke Makanan Istri Teman

Ilustrasi rekaman oknum dokter cabul (Foto: Istimewa)
Ilustrasi rekaman oknum dokter cabul (Foto: Istimewa)

DepokToday- Seorang oknum dokter berinisial DP terpaksa berurusan dengan hukum lantaran diduga berbuat cabul terhadap istri temannya sendiri. Yang menjijikannya lagi, pelaku juga tega mencampurkan sperma ke makanan korban.

Akibat perbuatannya itu, DP pun terpaksa dilaporkan ke polisi. Kasus itu ditangani Polda Jawa Tengah.

“Tersangka dr DP sudah menjalani pemeriksaan di Ditkrimum Polda Jateng. Surat penyidikan dan penetapan tersangkanya sudah lengkap,” kata Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy dikutip dari Sindonews pada Selasa 14 September 2021.

Iqbal menyebut, ulah pelaku dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Dwi. Wanita 31 tahun itu diketahui tinggal satu kontrakan dengan oknum dokter tersebut di wilayah Gajahmungkur, Semarang.

Detik-detik Ulah Oknum Dokter Cabul Terungkap

Data yang dihimpun mengungkapkan, suami korban adalah rekan sejawat DP dalam menempuh pendidikan dokter spesialis (PPDS) di salah satu universitas ternama di Semarang.

“Kecurigaan pelapor bermula dari makanan yang sering berubah bentuk dan tudung saji di atas meja yang sering berubah posisi,” kata M Iqbal.

Lantaran merasa ada yang janggal, pelapor kemudian merekam situasi di tempat makan menggunakan iPad miliknya.

Ilustrasi korban pencabulan (Foto: Istimewa)
Ilustrasi korban pencabulan (Foto: Istimewa)

Dari hasil rekaman ponsel diketahui, bahwa saat pelapor mandi, oknum dokter berinisial DP ini tampak keluar dari kamar mandi lain dan tiba-tiba melakukan onani. Setelah klimaks, dia mencampurkan spermanya ke dalam makanan milik korban.

“Tersangka duduk di dekat tempat makan. Setelah itu tersangka melakukan, maaf, onani, kemudian membuka tudung saji dan mengadukkan spermanya ke dalam makanan milik pelapor. Kejadian tersebut sudah dilakukan beberapa kali,” beber Iqbal.

Baca Juga: Sidang Perdana Hoax Babi Ngepet, Ini Isi Dakwaan Adam Ibrahim

Lebih lanjut ia mnegatakan, antara kamar mandi yang digunakan pelapor dan tersangka terdapat lubang kecil yang memungkinkan tersangka untuk mengintip saat korbannya mandi.

Atas ulahnya itu, DP diancam dengan pasal 281 ayat (1) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan. Kasusnya dalam penyelidikan lebih lanjut. (rul/*)