Buruh di Depok “Dihantui” PHK Massal

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno (kiri).(DepokToday/Rul)

CIMANGGIS– Selain khawatir dengan kesehatan akibat Corona virus (Covid-19), kegelisahan lainnya yang juga berimbas akibat wabah itu adalah ekonomi.

Di Depok, Jawa Barat, sejumlah buruh bahkan mengaku was-was mengalami pemecetan secara sepihak atau PHK.

Kegelisahan ini bukan tanpa alasan. Sebab, menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno, beberapa negara yang biasa memasok bahan baku ke sejumlah pabrik di Kota Depok, untuk sementara waktu tak bisa menyuplai. Alhasil, ketersedian bahan baku hanya cukup untuk dua minggu kedepan.

“Itu bahan baku untuk produksi, macam-macam ada garmen dan elektronik. Nah sekarang ini cukup hanya untuk dua minggu. Komponen kami kan rata-rata impor, kalau dua minggu habis dan negara lain lockdown, bisa jadi semua buruh eggak bekerja,” katanya kepada wartawan,  Selasa (24/3/2020).

Jika kondisi itu benar-benar terjadi maka ini adalah ancaman serius untuk kaum buruh. “Ini ancaman untuk buruh dan ancaman PHK juga,” ujarnya.

Wido mengaku telah mencoba mengantisipasi hal itu dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah. Namun belum menemukan titik terang.

“Kami sempat diskusi dengan pemda (pemerintah daerah), tapi karena pengawasan di provinsi, maka Disnaker Kota Depok bersurat tentang langkah- langkah ini, langkah yang dampaknya akan luar biasa,” ucapnya.

“Kalau memang ini sampai bulan depan belum ada anti virus, kans buruh diliburkan besar dan di PHK besar. Maka harapan kami pemerintah bisa membantu buruh. Karena kami devisa negara,” katanya lagi.

Wido menuturkan, rata-rata perusahaan atau pabrik yang ada di Kota Depok memproduksi garmen dan elektronik. Dua jenis perusahaan itulah yang saat ini menurutnya sedang dilanda rasa cemas.

“Kalau ini terus berlarut-larut hampir mayoritas kena. Dan di Depok ini ada sekira 60 ribu buruh. Ini yang harus dipikirkan,” jelasnya.

(rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here