Buruh Depok Bergerak ke Jakarta, Ini Tuntutannya

Peringatan Hari Buruh, May Day (Istimewa)

DEPOK- Sejumlah pekerja di Kota Depok ikut bergerak ke Jakarta, memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada Sabtu, 1 Mei 2021. Massa lainnya juga bertolak dari berbagai daerah penyangga ibu kota.

Adapun aspirasi yang disampaikan di antaranya, tuntutan pembatalan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja.

Buruh menilai, secara formil, pembentukan Undang-undang Cipta Kerja tidak memenuhi ketentuan pembentukan undang-undang berdasarkan Undang-undang Dasar 1945.

Baca Juga: 500 Buruh Depok Jadi Korban PHK

Kemudian secara materil, menurut mereka Undang-undang Cipta Kerja telah berdampak pada hilangnya hak konstitusional setiap warga negara untuk bisa mendapatkan jaminan kepastian pekerjaan, jaminan kepastian upah dan jaminan sosial.

“Sama seperti sebelumnya, itulah yang menjadi tuntutan kami, dihapusnya omnibus law,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Wido Pratikno.

Selain itu, Undang-undang Cipta Kerja juga dikhawatirkan bakal menciptakan praktek eksploitasi yang semakin parah terhadap pekerja melalui sistem kerja kontrak dan outsourcing serta sistem upah per jam.

Rencananya buruh yang bergerak dari sejumlah daerah ini bakal menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta. Dari Depok sendiri ada sekira 50 buruh yang ikut bergabung dalam aksi tersebut.

“Iya kita cuma puluhan karena dibatasi,” ucap Wido. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here