Bule Amerika Diciduk di Depok, Ngakunya Kehabisan Ongkos

Imigrasi Depok (DepokToday, Rul)

CINERE– Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Amerika terpaksa berurusan dengan petugas Imigrasi Kelas II Depok lantaran overstay, atau melewati batas ijin tinggal. Pria yang diketahui berinisial DWS itu diciduk petugas di salah satu apartemen di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kelas II Depok, Sukri Martin mengungkapkan, penangkapan terhadap DWS merupakan hasil operasi intelijen dan pengolahan data informasi dari Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

Ia (DWS) disinyalir telah melakukan pelanggaran keimigrasian yaitu overstay berada di wilayah Indonesia, selama lebih dari 60 hari dari batas waktu ijin tinggal yang diberikan.

“Pada saat dilakukan pengamanan, dia sempat melakukan resistensi terhadap petugas bahkan mencoba memancing emosi petugas dengan berkata kasar,” katanya pada wartawan, Sabtu 12 Oktober 2019

Namun demikian, Sukri menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan profesionalitas dalam bertugas dan secara persuasif, petugas menjelaskan pelanggaran keimigrasian hingga akhirnya DWS pun berhasil diamankan.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, DWS merupakan pemegang ijin tinggal kunjungan dari Visa On Arrival (VoA). Ia masuk ke wilayah Indonesia melalui tempat pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dan melakukan perpanjangan ijin tinggal kunjungan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus, Jakarta Selatan.

“Namun setelah masa ijin tinggal kunjungannya habis, yang bersangkutan tidak segera keluar dari wilayah Indonesia atau kembali ke negara asalnya karena beralasan tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket pesawat keluar dari wilayah Indonesia.”

Atas perbuatannya itu, DWS dijerat Pasal 78 ayat 3 Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian terkait orang asing pemegang ijin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya, dan masih berada dalam wilayah Indonesia lebih dari 60 (enam puluh) hari dari batas waktu izin tinggal. Akibatnya, DWS bakal mendapat sanksi tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan. (rul)