Buang Bayi di Toilet RSU Bunda Aliyah, AM Kelabui Orangtua

RSU Bunda Aliyah, Depok. (Depoktoday.hops.id)
RSU Bunda Aliyah, Depok. (Depoktoday.hops.id)

DEPOK- AM wanita 21 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka atas temuan mayat bayi di dalam tempat sampah toilet Rumah Sakit Umum atau RSU, Bunda Aliyah, Depok.

Usut punya usut, AM adalah ibu kandung bayi malang tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga, AM hamil di luar nikah. Ironisnya, keluarga tak ada yang tahu jika ia sedang mengandung.

Itu lantaran kondisi kehamilannya tidak normal, dan ia berbadan gemuk sehingga tersamarkan.

Baca Juga: Geger, Mayat Bayi di Tempat Sampah Rumah Sakit Bunda Aliyah

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar menerangkan, saat kejadian AM diantar oleh keluarga dengan alasan sakit perut.

“Jadi keluarganya ini tidak tahu kalau dia hamil. Dia ke rumah sakit karena sakit perut kembung. Nah yang kita temukan itu (bayi) itu di dalam plastik sudah meninggal,” katanya pada Kamis 10 Juni 2021.

Polisi telah menetapkan AM sebagai tersangka atas kasus ini. Ia belum dapat diperiksa lebih lanjut karena masih dalam perawatan medis.

“Pelaku sampai saat ini masih di rumah sakit. Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” jelasnya

Kronologi Mayat Bayi di RSU Bunda Aliyah Depok

Imran mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 20:00 WIB, pada 6 Juni 2021. Jasad bayi malang itu kali pertama ditemukan oleh seorang petugas cleaning service RSU Bunda Aliyah, Depok.

“Ditemukannya di tempat sampah, ternyata isinya mayat bayi yang baru dilahirkan.”

Dari hasil pemeriksaan tim identifikasi, kata Imran, bayi tersebut telah berusia 9 bulan namun dengan kondisinya kecil alias kurang normal.

“Kalau bayi ini memang saatnya melahirkan, jadi sudah 9 bulan. Jadi dia tidak seperti kasus terdahulu menggunakan memaksa untuk keluar. Ini memng sudah saatnya keluar,” tuturnya.

“Jadi yang bersangkutan melahirkan di kamar mandi dan mayat bayi dimasukan ke kantung plastik dan dimasukan ke tempat sampah,” timpalnya.

Baca Juga: Jumlah SMP Negeri Timpang, Anak Depok Berisiko Putus Sekolah

Bayi itu diketahui berjenis kelamin perempuan. “Pengakuan tersangka lahir di luar nikah tapi ini masih kita selidiki siapa bapaknya.”

Atas perbuatannya itu, tersangka diancam dengan jeratan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak junto Pasal 306 ayat 2 KUHP.

“Ancamannya 15 tahun penjara,” kata Imran. (rul/*)