Bruder Angelo Didakwa Dua Pasal Alternatif Tentang Pencabulan Anak

Ilustrasi korban pencabulan (Foto: Istimewa)

DepokToday – Kejaksaan Negeri Depok mendakwa Biarawan Gereja Lukas Lucky Ngalngola alias Bruder Angelo (47 tahun) melakukan tindakan kekerasan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Jaksa Penuntut Umum mendakwanya dengan dua pasal alternatif yakni Pasal 82 Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Dalam dua pasal alternatif tersebut, terdakwa diancam pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio Rahmat, Sabtu 25 September 2021.

Andi mengatakan, dakwaan itu juga ditambah jika terbukti terdakwa yang melakukan perbuatan cabul termasuk orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga kependidikan maka ancaman pidananya ditambah sepertiga.

“Pembacaan dakwaan terhadap itu dilakukan JPU secara virtual melalui sarana video conference pada hari Rabu 22 September 2021 dengan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok,” kata Andi.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Depok, Ahmad Fadil mengatakan, sidang perkara Bruder Angelo akan dilanjutkan pada dua minggu kedepan yakni Rabu 6 Oktober 2021.

“Sidang Perkara tersebut ditunda pada tanggal 6 Oktober 2021, dengan agenda eksepsi,” kata Fadil.

Baca Juga: Sempat Lolos, PN Depok Akhirnya Sidang Bruder Angelo, Ini Kasusnya

Sebagai informasi, Bruder Angelo melakukan aksi pencabulan itu kepada anak-anak panti asuhan miliknya yaitu Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani pada tahun 2019.

Bruder Angelo sempat ditahan di Mapolrestro Depok, tapi pada tanggal 9 Desember 2019, ia dibebaskan karena pihak korban tidak ada yang berani memberikan keterangan dan pihak kepolisian kesulitan menemukan alat bukti yang cukup.

Kemudian, pada September 2020, publik kembali mendesak Polrestro Depok untuk membuka lagi kasus dugaan pelecehan seksual itu. Secara resmi pada 7 September 2020, korban didampingi tim kuasa hukum membuat laporan baru atas kasus ini ke Polres Metro Depok dengan laporan nomor LP/2096/K/IX/2020/PMJ/Restro Depok. (ade/*)