BRT-JRC, Siasat Penangkal Macet Depok dan Jakarta

BRT-JRC meluncur di Depok (Istimewa)

MARGONDA- Pemerintah Kota Depok bekerjasama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meluncurkan sejumlah bus yang terkoneksi ke permukiman. Program ini diyakini efektif untuk mengurai kemacetan.

Adalah Bus Rapid Transit (BRT) dan Jabodetabek Residence Connection atau JRC, tranportasi umum tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, adapun target pengalihan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum pada 2029, sebanyak 60 persen.

“Saat ini posisinya 32 persen se-Jabodetabek,” ujarnya saat menghadiri peresmian kendaraan umum itu di Terminal Depok, pada Rabu 24 Maret 2021

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Tilang Elektronik Berlaku di Depok

Menurutnya, dengan kehadiran BRT dan JRC, maka persoalan macet di Kota Depok dan Jakarta dapat diatasi.

“JRC ini kan langsung ke pemukiman, itu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih kepada angkutan umum maka dari itu kita akan terus kembangkan,” tuturnya

Layanan tersebut di antaranya disediakan di kawasan Grand Depok City atau GDC dan di wilayah Sawangan.

“Saat ini kan satu titik di GDC kan sudah, nanti dua titik lagi (shelternya). Jadi propaganda kita saat ini adalah layanan langsung dari pemukiman.”

Untuk layanan di Sawangan, maka rute bus adalah Jalan Raya Ciputat sampai dengan Terminal Lebak Bulus.

“Kalau yang di GDC sampai Cempaka Putih, estimasi perjalanan maksimal 1,5 jam,” ucap Dadang

Ia menegaskan, moda transportasi tersebut tidak bisa berhenti disembarang tempat.

“Iya karena mereka tidak berhenti, tidak menurunkan penumpang. Akan ditambah titiknya karena kita sesuai dengan demand, mereka survei demandnya berapa, ada berapa warga disitu, kerja di Jakarta, itu disurvei,” katanya

Dadang mengatakan, program layanan tersebut direncanakan tersedia dibanyak perumahan.

“Salah satu program unggulan pak wali dalam periode kedua ini untuk mendekatkan layanan transportasi publik kepada warga.”

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya akan mengikuti arahan pusat terkait dengan berbagai kebijakan, utamanya soal transportasi.

“Kalau pusat bilang uji coba ya kita akan ikut, kalau jangan ya jangan. Kita enggak berani kalau Depok mencoba-coba, karena Depok di tengah-tengah di poros bener ini dari Jabodetabek,” katanya

Idris mengungkapkan, program ini bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait, tidak hanya BPTJ.

“Jadi kolaborasi, BUMN, PPD dan juga perusahaan koperasi. Nanti juga akan ada pelaku bus yang kita berdayakan,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa mengatakan, kehadiran pelayanan transportasi JRC akan mendekatkan masyarakat dengan pelayanan transportasi yang terintegrasi.

Untuk Kota Depok, terdapat dua titik pelayanan yang diberikan, yakni Terminal Sub Sawangan menuju Juanda dan Garden At Candi Sawangan menuju MRT Lebak Bulus.

“Nantinya akan ada tiga trip pelayanan pengangkutan masyarakat,” kata Putu.

Ia menjelaskan, jam pemberangkatan dari titik Sawangan di mulai pukul 05.30 WIB, 06.00 WIB, dan 06.30 WIB. Untuk jadwal kepulangan dari MRT Lebak Bulus maupun Juanda, di mulai pukul 16.30 WIB, 17.30 WIB, dan 20.30 WIB.

“Harga yang diberikan cukup ekonomis untuk Terminal Sub Sawangan sebesar Rp25 ribu dan Garden At Candi Sawangan sebesar Rp20 ribu,” ucapnya

Putu mengungkapkan, untuk memberikan rasa kenyamanan kepada pengguna BRT dan JRC, telah disediakan sejumlah fasilitas seperti wifi, AC, colokan listrik, dan fasilitas lainnya. Selain itu, pengguna jasa JRC dapat mematuhi protokol kesehatan. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here