Brimob Sterilkan Pasar Cisalak dari Covid-19

Pasar Cisalak disemprot disinfektan (istimewa)

CIMANGGIS– Tim dari Satuan Gegana Brimob, Kelapa Dua, Depok ikut dikerahkan untuk melakukan sterilisasi di area Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada Senin, 1 Juni 2020. Penyemprotan dengan menggunakan cairan disinfektan ini dilakukan usai ditemukannya empat pedagang yang diduga terpapar Covid-19.

Kepala UPT Pasar Cisalak, Sutisna mengungkapkan, terkait hal itu pasar akan ditutup sementara waktu dan baru akan dibuka kembali pada Selasa, 2 Juni 2020.

“Mudah-mudahan besok pagi aktivitas pasar sudah normal karean sudah kita tutup dari kemarin,” katanya dilokasi kejadian

Sutisna berharap, dengan adanya penyemprotan ini pasar jadi steril sehingga masyarkat yang hendak melakukan aktivitas tidak merasa khawatir. “Penyemprotan tidak hanya di dalam namun juga diluar. Kami harap pedagang jadi nyaman dan pengunjung juga tidak takut,” ujarnya

Sutisna pun berdoa semoga kasus tersebut (tertular Covid) tidak terulang kembali. “Mereka yang kena sudah ditangani Dinkes dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kelapa Dua.”

Untuk mencegah adanya kasus serupa, rencananya pihak pasar akan melakukan pengawasan ekstra ketat. Salah satunya ialah kewajiban menggunakan masker.

“Kalau aturan untuk mncegah sama seperti biasa, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sebenarnya kita dari kemarin sudah wajib pakai masker yang enggak ikut aturan pasar kita usir. Tapi kemarian kita masih tolerir. Ya nanti akan kami terapkan seperti itu,” tegasnya

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Cimanggis, Iptu Rudi mengungkapkan, penyemprotan dengan menggunakan cairan disinfektan ini melibatkan sekira 20 personil anggota Brimob, dari Unit Kimia dan Radioaktif Satuan Gegana, Kelapa Dua Depok.

“Hari ini kita fokus di lantai tiga dan bagian luar skitar pasar. Selanjutnya kami akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola pasar,” katanya didampingi Kanit III Kimia dan Radiokatif Satuan Gegana Brimob, Ipda Imran

Untuk diketahui, kasus terkonfirmasi positif ditemukan pada ke empat pedagang usai menjalani swab pada 16 Mei 2020. Saat itu mereka ikut dalam rapid test secara massal yang berlangsung di pasar tradisional tersebut. Adapun jumlah pedagang yang ikut pemeriksaan sebanyak 851 orang.

“Yang swab ada 50 orang sisanya rapid test. Nah yang swab itu hasilnya baru kemarin tuh, baru hari Selasa. Memang ada yang positif,” ujar Kepala UPT Pasar Cisalak, Sutisna

Lebih lanjut dirinya mengakui ada empat orang yang dinyatakan positif. “Tiga orang warga Depok dan satu orang dari Jakarta Timur,” ucapnya. (rul/*)