Bos Ducati Ngamuk, Motor Balapnya Diutak-atik di Mandalika

Ducati marah motor balapnya diduga diutak-atik di Mandalika. (Foto: Radar Lombok)
Ducati marah motor balapnya diduga diutak-atik di Mandalika. (Foto: Radar Lombok)

DepokToday- Direktur olahraga Ducati, Paolo Ciabatti dikabarkan marah besar jelang digelarnya kejuaraan dunia Superbike atau WorldSBK 2021, di sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kekecewaan para petinggi Ducati itu bukan tanpa alasan. Mereka kesal lantaran kargo motor balap Ducati Panigale V4 R dibuka secara ilegal saat berada di sirkuit Mandalika.

Baca Juga: Lagi, Pelaku Rumsong Gentayangan Kuras Isi Rumah Warga Depok

Melansir gridoto.com, peristiwa memalukan itu terjadi pada Rabu, 10 November 2021. Menurut laporan dari SPEEDWEEK.com, kejadian bermula ketika saat waktu makan siang, seorang koresponden Indonesia membocorkan video dan gambar yang mengganggu ke SPEEDWEEK.com.

Adapun informasi yang disebutkan mengenai seorang karyawan trek balap dari penyelenggara lokal MGPA membuka kotak kargo Ducati dan mengutak-atik sepeda motor pembalap pabrikan Michael Rinaldi.

Baca Juga: Siswa di Depok Wajib Terapkan Edaran Wali Kota Agar PTM Terbatas Aman

Padahal, dalam aturan sudah jelas, jika kargo barang itu hanya boleh dibuka oleh bea cukai dan tim untuk mencegah spionase dan manipulasi industri.

Terkait hal itu, pihak SBK pun menyampaikan permohoanan maafnya.

“Kami sangat menyesal, kejadian ini di luar kendali kami,” kata Direktur Eksekutif SBK Gregorio Lavilla, saat ditanya SPEEDWEEK.com dan dikutip DepokToday.com pada Kamis 11 November 2021.

Bos Ducati Ngamuk

Akibat perbutannya tersebut, oknum karyawan yang melakukan hal itu telah diberi sanksi tegas, berupa pemecatan. “Karyawan itu sudah dipecat,” katanya.

Nah kejadian ini rupanya sampai ke petinggi Ducati. Bahkan, Direktur olahraga Ducati, Paolo Ciabatti dikabarkan marah besar atas kejadian ini.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 11 November 2021: Dikira Batang Kayu Ternyata Binatang, Kisah Tiga Srikandi ITB

Speedweek melaporkan, tidak tahu apakah mantan pegawai MGPA itu membuka kotak lagi dan saat ini sedang diselidiki.

Kasus ini membuat malu, mengingat untuk pertama kalinya setelah 24 tahun, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah balap Superbike kelas dunia tersebut. (rul/*)