BOR ICU Depok Capai 100 Persen, Pemkot Tambah Bed di Seluruh RS

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

DEPOK – Kasus positif COVID-19 yang terus meningkat membuat angka Bed Occupancy Ratio (BOR) ICU rumah sakit atau RS di Kota Depok telah mencapai 100 persen.

Saat ini, bisa dibilang Depok kritis dalam penyediaan tempat tidur ICU. Kepala Dinas Kesehetan (Dinkes) Kota Depok Novarita mengatakan, kondisi yang hampir sama terjadi juga pada bed isolasi.

Dengan adanya kondisi BOR ICU yang penuh ini, pihaknya telah membuat sejumlah kebijakan. Diantaranya penambahan bed di tiap rumah sakit.

“Iya mereka mempersiapkan ICU maupun tempat tidur. Itu berproses 1 sampai 2 hari lah,” jelas Novarita Selasa 22 Juni 2021.

Jumlah penambahan bed kata dia, berbeda di tiap rumah sakit. Dirinya berharap jika nantinya angka presentase BOR pada rumah sakit di Kota Depok dapat berkurang. “Ada yang 10 ada yang 30 (bed  ICU di RS, red), “ sebut dia.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok Dadang Wihana, membenarkan kondisi tersebut.

Baca juga: Ini Instruksi Presiden untuk 4 Pilar Terkait Penanganan COVID-19

“BOR-nya untuk Kota Depok per hari ini untuk sudah mencapai 100 persen dan lebih karena memang kebutuhannya sangat tinggi. Untuk bor isolasi sudah mencapai 88 persen,” jelas Dadang.

Penambahan Bed ICU serta isolasi telah dibicarakan saat ini. Nantinya, bed yang ditambah diharapkan dapat terlaksana dalam beberapa hari ini.

“Sesuai dengan arahan Pak Walikota Depok kami melakukan rapat yang dipimpin oleh pak wali langsung untuk penambahan BOR ICU, begitu juga dengan ruang isolasi,” sebut Dadang.

Penambahan bed ICU akan ditambah kurang lebih 17 bed di RSUI. Demikian pula untuk tempat tidur isolasi di sana akan ditambah kurang 51 bed. Sedangkan RSUD Depok 50 bed, serta RS Bunda lebih kurang 30 bed.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi sehingga saat ini antrian warga yang membutuhkan perawatan di IGD bisa segera terlayani di ruamg perawatan,” harap dia. (lala/*)