Bongkar Dugaan Korupsi Damkar, Sandi Ngaku Ditawarkan Uang Damai

Sandi pegawai honorer Damkar Depok yang mendapat tawaran damai usai membongkar dugaan korupsi. (Foto: Depoktoday.com)
Sandi pegawai honorer Damkar Depok yang mendapat tawaran damai usai membongkar dugaan korupsi. (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK- Sandi Butar Butar, pegawai honorer yang membongkar dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mulai mendapat banyak tawaran berupa uang damai dari sejumlah pihak.

“Jadi kalau untuk penawaran sudah ada beberapa. Pertama yang menawarkan bendahara, inisial A, dia menawarkan uang nominal Rp 50 juta,” katanya, Selasa 11 Mei 2021.

Kemudian, iming-iming hadiah atau imbalan uang juga ditawarkan oleh beberapa orang yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), salah satunya berinisial K.

“Itu waktu itu saya baru keluar kejaksaan pas habis pemberian sepatu dia nunggu saya diluar, ngomongin nyuruh saya duduk tengah dan bilang minta apa aja. Nanti diusahakan. Tapi saya tetap menolak,” ujarnya

Markas Damkar Depok (Istimewa)

Tawaran menggiurkan itu kerap dirasakan Sandi sejak kasus yang dilaporkannya menjadi sorotan publik.

“Waktu itu saya mau berangkat ke kantor ada dua orang naik motor berhentiin saya di tengah jalan, terus ngomong bilang mau menengahi permasalahan saya, bilangnya atas nama LSM. Saya kurang tahu LSM apa dia. Saya tinggal langsung.”

Baca Juga: Dugaan Korupsi Damkar, Jaksa: Tidak Ada yang Mandek

Sandi bahkan mengaku, mereka bahkan sampai meminta dirinya untuk menulis sendiri uang yang dibutuhkan, berapapun jumlahnya.

“Ada yang nyamperin saya, bilang suruh duduk tengah dan menawarkan sebut nominal saja. Kalau mau nominalnya berapa. Terus saya bilang, nggak mau, saya tetep nggak mau,” katanya

Tak hanya itu, Sandi juga kerap mendapat telepon misterius dari orang-orang yang mengaku sebagai penengah.

“Katanya LSM lah, terus kenalan lah, kenalan pejabat-lah, bilang untuk nengahin, minta sebut nominal, tapi saya tetep nggak mau.”

Permintaan Sandi

Sandi menegaskan, dirinya tak akan tergiur dengan sejumlah iming-iming yang dijanjikan untuknya.

“Saya nggak mau apa-apa maunya hak. Dan itu sih yang saya ingat,” ujarnya

Untuk diketahui, Sandi pegawai honorer pada Dinas Damkar Depok telah melaporkan dugaan korupsi di tempatnya bekerja ke Kejaksaan Negeri Depok dan Polres Metro Depok.

Adapun persoalan yang dilaporkan Sandi yakni, di antaranya dugaan mark-up pengadaan sepatu dinas dan dugaan pemotongan insentif penanggulangan dana COVID-19. Kasusnya hingga kini masih dalam proses pemanggilan para saksi. (rul/*)