Bocah SD Bergelantungan di Keranjang Rotan Demi Seberangi Sungai  

Tiga bocah menyeberangi sungai. (Depoktoday.hops.id)
Tiga bocah menyeberangi sungai. (Depoktoday.hops.id)

RIAU- Sejumlah bocah berseragam Sekolah Dasar (SD) nekat menyeberangi derasnya aliran sungai dengan cara bergelantungan di sisi keranjang rotan yang diikat sedemikian rupa ditali seling yang melintas di sungai. Peristiwa itu terekam kamera hingga akhirnya viral di media sosial.

Usut punya usut, video berdurasi 29 detik yang menghebohkan jagad maya itu ternyata terjadi di Desa Kuntu Turoba, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar, Provinsi Riau.

Belum jelas kapan kejadiannya. Aksi ketiga bocah menyeberangi sungai itu membuat tegang netizen lantaran dilakukan tanpa pengaman di ketinggian sekira 4 meter lalu meluncur deras ke seberang sungai.

Video itu pun sontak dibanjir beragam komentar. Kebanyakan, mengaku prihatin karena mengira ketiga anak itu nekat bergelantungan demi menuju ke sekolah lantaran tak ada jalan lain.

Fakta Bocah Menyeberangi Sungai

Hal itu dibantah Kepala Desa Kuntu Turoba, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar, Asril Bakar.

“Itu keranjang pengangkut buah sawit dari kebun ke truk saat panen. Digunakan anak-anak main-main, yang kebetukan mereka pakai seragam sekolah,” katanya dikutip dari salah satu situs media online pada Jumat 11 Juni 2021.

Asril menerangkan, lokasi anak-anak bermain itu memang masih masuk wilayah desanya, namun tempatnya jauh dari pengembangan desa yang berjarak sekira 5 kilometer.

Baca Juga: Aduh, Harga Makan Mie Instan di Puncak Bogor Bikin Syok

Kawasan itu merupakan perkebunan kelapa sawit mandiri mayarakat. Tidak banyak warga yang tinggal atau bermukim di sana.

Lebih lanjut Asril menjelaskan, bahwa Sungai Geringging yang dilintasi keranjang pengangkut sawit itu bukan sungai besar.

“Airnya tak dalam dan juga tak deras. Dalam kondisi normal, biasa diseberangi dengan sepeda motor atau jalan kaki.”

Karena itu, ia menegaskan bahwa anak-anak itu sedang bermain, bukan karena keadaan terpaksa membahayakan diri untuk menyeberangi sungai demi berangkat sekolah.

“Sekarang banyak warga yang sengaja datang ke sana, termasuk ibu-ibu bermain. Ikut bergelantungan untuk selfi-selfi,” ujarnya.

Lebih lanjut Asril mengaku justru menyayangkan pihak yang menyebarkan video tersebut. (rul/*)