BNPT Sita 811 Kotak Amal Teroris, Aliran Dananya Bikin Syok

BNPT sita ratusan kotak amal diduga terkait aksi terorisme (Foto: Istimewa)
BNPT sita ratusan kotak amal diduga terkait aksi terorisme (Foto: Istimewa)

DepokToday- Badan nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT, mengamankan ratusan kotak amal yang biasa ditemukan di sejumlah tempat perbelanjaan. Penyitaan ini terpaksa dilakukan karena diduga terkait dengan jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI) di Lampung.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, dana yang digunakan dari hasil penyebaran kotak amal tersebut, merupakan cara bagi jaringan itu untuk mendanai beberapa kegiatan yang dilakukan.

Salah satunya, digunakan untuk biaya kaderisasi para anggota JI dan biaya operasional di Suriah maupun Irak.

“Dalam pengkaderan, dana digunakan JI untuk mengirimkan anggota terpilihnya ke negara konflik seperti Suriah dan Irak guna menjalankan latihan militer,” ucap Deputi II BNPT Brigjen Pol Ibnu Suhendra dikutip pada Selasa 9 November 2021.

Baca Juga: Artis Raffi Ahmad Belum Bayar Pajak 4 Rumah di Andara

Ia menyebut, penggalangan dana lewat kotak amal yang dilakukan oleh jaringan teroris di Lampung itu ditujukan untuk agenda jihad global.

BNPT Ungkap Motif Kotak Amal Terkait JI

Tak hanya itu, menurut keterangan BNPT, dana yang dikumpulkan dari masing-masing kotak amal tersebut, juga kerap digunakan untuk keperluan memberi beasiswa untuk 10 orang terpilih dari pesantren binaannya.

Untuk diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pekan lalu menyita sebanyak 700 lebih kotak amal dari Lembaga Amil Zakat Abdurrahman Bin Auf (LAZ ABA) di Lampung.

Baca Juga: Geger Penampakan Bola Petir Berkeliaran di Perlintasan Kereta, Awas Bahaya

Ratusan kotak amal hasil sitaan Densus 88 terdiri atas 76 kotak amal kaca berkaki, 706 kotak amal berbahan kaca, 29 kotak amal berbahan kayu, dan satu bundel akta pendirian organisasi.

Ibnu menerangkan LAZ ABA merupakan lembaga yang memiliki program dakwah, pendidikan, kesehatan, santunan sosial, solidaritas dunia Islam, pemberdayaan ekonomi umat, dan tanggap bencana.

Program-program itu, kata dia, dibiayai oleh kegiatan pengumpulan dana secara sukarela.

Kamuflase Penggalangan Dana

Namun, ujarnya, program dan pengumpulan amal itu diyakini jadi kamuflase organisasi untuk turut membiayai kepentingan jaringan teroris.

“(Pengumpulan dana) itu jadi modus (dan dibelokkan) untuk pengumpulan dana kelompok JI,” katanya.

Baca Juga: Pisang, Bawang, dan Madu Dicampur, Zaidul Akbar: Khasiatnya Luar Biasa

Oleh karena itu, BNPT bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Densus 88 Antiteror Polri menelusuri dan memeriksa aliran dana kotak amal itu.

“Penelusuran tersebut demi mengetahui secara rinci berapa nilai yang didapat dari pengumpulan dana kelompok teroris. BNPT juga bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memonitor secara ketat fund raising (pengumpulan dana, red.) yang dilakukan kelompok teror,” katanya. (rul/*)