BNI Depok Beri Kemudahan Kredit Pelaku UMKM

0
166
Pimpinan Cabang BNI KC Margonda Depok, Wahjudy (kiri), bersama wirausahawan sukses yang juga Ketua Umum Depok Begaya, H. Acep Azhari.(Foto: DepokToday/Ahi)

SUKAMAJU—Pimpinan Cabang BNI KC Margonda Depok, Wahjudy, mengakui saat ini masih belum banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengajukan kredit di BNI Depok.

Wahjudy menilai, salah satu penyebabnya masih belum banyak yang mengenal tentang kredit di perbankan. Ditambah lagi, kata dia, kondisi pandemi COVID-19 yang belum usai juga membuat pelaku UMKM gulung tikar.

“Masa pandemi semua sektor terpengaruh, salah satunya UMKM,” jelas Wahjudy ketika menghadiri acara diskusi yang digagas Komunitas Depok Begaya di kawasan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Rabu 25 November 2020.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/pelita-jaya-u-8-juara-bni-cup-1/

Diungkap Wahjudy, biasanya UMKM menikmati fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, lanjutnya, dalam kondisi seperti ini banyak yang terdampak sehingga berdasarkanan kebijakan Bank Indonesia (BI) memperingan angsuran atau restrukturisasi kredit.

“Melalui kebijakan tersebut diharapkan juga bagi UMKM tetap tumbuh di masa pandemi,” katanya.

Diakuinya pula, pengelolaan keuangan UMKM masih lemah karena kalau sedang lagi banyak-banyaknya tidak dikelola dengan baik.

“Sehingga, kondisi seperti ini bisa turun atau sampai tutup. Untuk itu kita punya program untuk mengedukasi dalam pengelolaan uang. Kita ingin UMKM terintegrasi, sehingga saat ada kebutuhan terintegrasi juga,” jelas Wahjudy.

Sementara itu, wirausahawan top di Kota Depok, H. Acep Azhari, menyambut baik pihak perbankan yang memfasilitasi para pelaku UMKM di Depok.

Menurutnya, potensi UMKM di Depok sangat potensial untuk berkembang. “Dengan pengelolaan yang baik, tidak hanya mengisi pasar di Depok. Tapi juga, di Jakarta dan nasional,” tegas Ketua Komunitas Depok Begaya itu.

Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan aturan relaksasi pinjaman bagi UMKM melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional.

Sementara untuk restrukturisasi pinjaman yang mengacu pada POJK Nomor 11/PJOK.03/2020 mengenai penilaian aset, boleh dilakukan dengan beberapa cara. Yakni, penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, dan penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, serta konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

(ahi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here