Blanko E – KTP Kosong, Ini Kata Pemkot Depok

ilustrasi E-KTP (istimewa)

Depok – Blanko Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E – KTP), hingga saat ini belum terpenuhi (kosong). Seperti halnya di Kota Depok, masyarakat sempat mengeluhkan kondisi tersebut.

Lurah Tugu Cimanggis, Kota Depok Abdul Mutholib menuturkan kekosongan blanko E – KTP terpantau sejak enam bulan lalu. Pihak Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengeluarkan aturan mengenai pengganti E – KTP sementara bagi warga yaitu berupa Surat Keterangan, atau Suket.
“Sejak bulan Maret 2019 kemarin, memang sudah kosong (blanko E – KTP). Dari Kemendagri maupun Disdukcapil, sudah mengeluarkan perintah untuk perekaman identitas warga menggunakan Suket saja,” Ucap Abdul, saat dihubungi Medcom.id, Jumat 4 Oktober 2019.
Surat Keterangan, yang diterima warga setelah melakukan perekaman identitas di Kelurahan, diakuinya berfungsi sama seperti E – KTP. Bisa digunakan untuk mengurus berbagai persyaratan seperti pengajuan perbankan ke Bank, mengurus SIM dan lain – lain.
Namun, meskipun demikian masih ditemukan kendala terkada ada saja instansi yang tidak mau menerima data dari warga bila mengajukan persyaratan, dengan menggunakan Suket.
“Disini, kami selaku Kelurahan akan membantu (menjembatani) warga bila kesulitan dalam hal pengajuan ke sebuah lembaga karena masalah suket ini. Sebagai contoh, beberapa Bank Swasta tidak mau menerima persyaratan dengan alasan tidak ada E – KTP. Biasanya, kaminyang membantu untuk menjelaskan,” bebernya.
Selain itu, Abdul menegaskan hingga saat inj ada kurang lebih 2.605 Surat Keterangan Perekaman Identitas dikeluarkan, bagi warga Kelurahan Tugu Cimanggis. Data tersebut, diakuinya telah diserahkan ke Dinas Disdukcapil Kota Depok.
“Selama ini, perekaman dan pembuatan Suket tidak ada masalah. Data itu juga sudah diserahkan ke Disdukcapil, setelah blankonya tersedia tentu akan diinformasikan kepada warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Depok Misbahul Munir menegaskan kekosongan blanko E – KTP tidak hanya terjadi di wilayah Kota Depok. Hal tersebut, kini menjadi isu nasional.
“Ketersediaan di Kemendagri sudah habis, sehingga kami di wilayah masih menunggu untuk pengadaan Blanko E – KTP di tahun anggaran 2020,” tegasnya.
Menurut dia, pemerintah telah mempermudah masyarakat dengan dikeluarkannya aturan penggunaan Suket tersebut. Masyarakat tinggal datang, ke Kelurahan lalu melakukan perekaman dan dikeluarkanlah Suket pengganti E – KTP.
“Begitu juga, untuk penggantian E – KTP yang rusak tinggal datang dan diganti Suket. Belum tahu, kondisi ini sampai kapan kami masih menunggu arahan dari Kemendagri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here