Blak-blakan! Imam Masjid New York Bongkar Sosok Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berjalan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. (Foto: Instagram @aniesbaswedan)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berjalan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. (Foto: Instagram @aniesbaswedan)

DepokToday- Seorang imam masjid di New York, Amerika Serikat, Shamsi Ali, ikut angkat bicara terkait tudingan publik yang mengaitkan Gubuernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Ustaz Farid Okbah yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, menurut Shamsi, tuduhan tersebut sama sekali tak beralasan. Sebab, ia mengaku sangat mengenal Anies sejak bersekolah di Amerika Serikat. Menurutnya, Anies adalah sosok brilian yang patut menyandang gelar ‘aset bangsa’.

“Saya kenal dia sebagai salah seorang putra bangsa yang brilian, Anies itu aset bangsa. Mutiara yang punya nilai tinggi,” katanya dikutip pada Kamis, 25 November 2021.

Baca Juga: Peras Tamu Hotel, Wartawan Gadungan Diamuk Warga, Gini Modusnya

Ia menyebut, kehebatan Anies bisa dilihat melalui jejaknya di bidang pendidikan maupun pemerintahan. Shamsi menganggap, Anies sukses menjadi pemimpin daerah, dan juga berhasil memimpin perguruan tinggi.

“Dari dosen, rektor Universitas Paramadina, hingga ke Mendikbud RI dan saat ini Gubernur DKI Jakarta,” ujarnya

Imam Shamsi Bela Anies Baswedan

Shamsi pun menilai, Anies telah menunaikan tugasnya dengan baik selama menjabat di berbagai instansi. Itulah mengapa, kata dia, hanya orang-orang yang hatinya tertutuplah yang terus menghujatnya.

“Saya bangga bahwa pada semua itu dia mampu menunjukkan kapasitas dan integritas yang luar biasa. Hanya mereka yang hatinya tertutup dengan kebencian dan iri hati yang mengingkarinya,” terangnya.

Baca Juga: Catat! Uji Coba Ganjil Genap Jalan Margonda Mulai 4 Desember, Ini Jamnya

Bahkan menurut dia, orang-orang yang mengaitkan Anies dengan terorisme sejatinya hanya dengki atau merasa tak senang atas keberhasilan yang diraih pemimpin Jakarta tersebut.

“Karenanya, saya mengimbau agar hentikan politisiasi terorisme. Tuduhan kepada Anies Baswedan tidak lepas dari upaya membunuh karakter, karena khawatir eksistensinya, khususnya dalam konteks politik. Dan lebih khusus lagi, dalam konteks Pilpres 2024 mendatang,” ujarnya.

“Hentikan menggunakan kendaraan jahat terorisme untuk kepentingan politik,” sambungnya. (rul/*)