BKIPM Beberkan Sejumlah Modus Penyelundupan Benih Lobster

BKIPM sita sejumlah penyelundupan benih lobster (Istimewa)
BKIPM sita sejumlah penyelundupan benih lobster (Istimewa)

JAKARTA- Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BKIPM, pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menemukan sejumlah modus kejahatan yang digunakan para pelaku penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL).

Kepala BKIPM, Rina mengungkapkan, sejumlah modus itu di antaranya, menggunakan koper dan mencampur paket benih lobster atau benur dengan mainan atau baju anak-anak.

Kemudian ada juga yang pernah terungkap menggunakan modus dicampur dengan nener bandeng atau memanfaatkan jasa kargo barang menggunakan dokumen produk garmen.

“Kita akan terus memanfaatkan informasi intelijen, sekaligus memperketat pengawasan di bandara maupun pelabuhan,” katanya dilansir dari kkp.go.id dikutip pada Jumat 25 Juni 2021.

Hasil Sitaan BKIPM

Bahkan belum lama, BKIPM bersama aparat terkait telah berhasil mengamankan sebanyak 63.950 ekor benur di wilayah Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Benur yang disita terdiri dari 62.400 ekor jenis pasir dan 577 ekor jenis mutiara serta stadia jurong jenis pasir atau benur yang mulai menghitam sebanyak 973 ekor.

BKIPM Perketat Pintu Perbatasan Jaga Benih Lobster

Terkait hal itu, Rina menegaskan ke depan akan menjaga ketat pintu masuk dan keluar perlintasan negara sekaligus memperbaharui informasi intelijen. Hal ini diperlukan untuk memahami modus-modus baru yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan, termasuk penyelundupan BBL.

Baca Juga: Komoditas Kelautan dan Perikanan Indonesia Gempur Pasar Tiongkok

Tak hanya itu, Rina juga meminta jajarannya untuk turut melakukan sosialisasi dan edukasi terkait regulasi kepada masyarakat guna pembinaan dan mencegah penyelundupan BBL.

“Intinya kita komit untuk mengawal kebijakan Bapak Menteri Sakti Wahyu Trenggono yakni mendorong budidaya dan keberlanjutan lobster,” tegasnya. (rul/*)