PT. PLN (Persero) Cetak Sejarah Pendapatan, Capai Rp 288,86 Triliun Tahun 2021

- Rabu, 25 Mei 2022 | 21:30 WIB
Ilustrasi PT. PLN (Persero) bangun GI mobile untuk kawasan IKN (Dok. PT. PLN (Persero))
Ilustrasi PT. PLN (Persero) bangun GI mobile untuk kawasan IKN (Dok. PT. PLN (Persero))

DepokToday.com - PT. PLN (Persero) berhasil meningkatkan pendapatan keuangan pada tahun 2021. Peningkatan pendapatan itu bahkan terbaik sepanjang sejarah.

Direktur Utama PT. PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, penjualan tenaga listrik tahun 2021 meningkat sebesar 5,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau meningkat dari Rp 13,96 triliun menjadi Rp 288,86 triliun.

“Ini menunjukkan PLN sebagai jantungnya Indonesia benar-benar semakin sehat. Ekonomi tumbuh, dan listrik mampu tumbuh lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi makin berkualitas, dan PLN siap menopang kebutuhan listriknya,” kata Darmawan melalui keterangan persnya, Rabu 25 Mei 2022.

Baca Juga: Geger, Pria Misterius Masuk Rumah Tanpa Celana, Begini Penampakannya

Darmawan mengatakan, pencapaian tersebut diraih berkat efisiensi dan inovasi di berbagai lini bisnis melalui program transformasi yang sejalan dengan gerakan transformasi BUMN sejak April 2020.

PLN menjalankan transformasi yang membuat perusahaan makin sehat, bisa bergerak lebih lincah dalam menjalankan mandat negara untuk memberikan pelayanan kelistrikan kepada pelanggan dan mampu merespons secara lebih trengginas berbagai peluang bisnis. Dampaknya sangat positif terhadap kinerja perseroan,” kata Darmawan.

Darmawan menambahkan, meskipun di tengah masa-masa sulit akibat Covid-19 dan mengakibatkan ekonomi Indonesia melambat, PT. PLN telah membuktikan kinerjanya.

Baca Juga: Final Liga Konferensi Eropa 2022: Tammy Abraham Andalan AS Roma, Feyenoord Waspadai Racikan Jose Mourinho

"Pertumbuhan listrik yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69 persen menjadi bukti keberhasilan inovasi dan efisiensi," kata Darmawan.

Di tengah situasi pandemi, PLN juga berhasil menjaga keadilan tarif bagi masyarakat kurang mampu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X