Gini Ratio Awal Tahun Turun, Kesenjangan Antara Miskin dan Kaya di Indonesia Makin Lebar

- Selasa, 18 Januari 2022 | 07:38 WIB
Ilustrasi kesenjangan antara miskin dan kaya (Foto: Pixabay)
Ilustrasi kesenjangan antara miskin dan kaya (Foto: Pixabay)

DepokToday - Pandemi membuat angka kesenjangan antara miskin dan kaya di Indonesia makin lebar. Berdasarkan Badan Pusat Statistik atau BPS, mereka mencatat angka koefisien gini atau gini ratio Indonesia pada September 2021 mencapai 0,381.

Gini ratio yang selama ini menjadi patokan menunjukan penurunan terjadi di angka 0,003 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2021 yang sebesar 0,384 dan menurun 0,004 poin dibandingkan dengan capaian September 2020 sebesar 0,385.

"Angka ini lebih rendah jika dibandingkan posisi bulan Maret 2021, dimana angkanya di September 2021 nilainya 0,381 Maretnya 0,384," ucap Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam konferensi persnya, dilansir dari Suara.com pada selasa 18 Januari 2022.

Baca Juga: Awalnya Benci Al Quran, Wanita Inggris Ini Tersentak dengan Isi Surat Al Fatihah, Akhirnya Jadi Mualaf

Margo menerangkan, gini ratio di daerah perkotaan pada September 2021 tercatat sebesar 0,398; turun dibanding Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,401 dan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,399.

Sementara gini ratio di daerah perdesaan pada September 2021 tercatat sebesar 0,314; turun dibanding Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,315 dan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,319.

Ilustrasi kesenjangan antara miskin dan kaya (Foto: Pixabay)

"Diperkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan, mudah dipahami karena pengeluaran antara penduduk makin lebar (di kota), kalau di pedesaan relatif sama karena sumber pendapatannya hampir sama dari pertanian pada umumnya," ujar Margo.

Namun jika dibandingkan kondisi gini ratio sebelum adanya pandemi Covid-19 angka ketimpangan pendapatan ini jaraknya justru makin lebar.

Halaman:

Editor: Nur Komalasari

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Sukatani dan Tugu Kota Depok Dapat Label SNI

Kamis, 28 April 2022 | 21:40 WIB

Tarif PPN Jadi 11%, Berlaku Mulai 1 April 2022

Kamis, 24 Maret 2022 | 09:52 WIB

Provinsi Jawa Barat Jadi Ikon Inacraft 2022

Selasa, 22 Maret 2022 | 14:57 WIB
X