Klaim Menteri Investasi Soal Pengusaha Ingin Pemilu Ditunda Tambah Buruk Demokrasi Indonesia

- Kamis, 13 Januari 2022 | 07:38 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Pikiran Rakyat)
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Pikiran Rakyat)

DepokToday - Demokrasi akan terus turun ketika urusan koperasi dicampuradukan dengan politik. Pernyataan itu menjadi kritik pedas yang dilontarkan Pengamat Sosial Politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa ketika menanggapi pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia soal dunia usaha berharap ada perpanjangan masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo hingga 2027.

Bahkan kata Herry, apa yang disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia merupakan bentuk penghianatan kepada Undang-undang 1945.

"Statemen Pak Bahlil jelas cenderung menambah buruknya demokrasi dan mengkhianati UUD 1945," ujar Herry dilansir dari Suara.com, Kamis 13 Januari 2022.

Baca Juga: Paling Murah! Warung Goceng, Tempat Makan di Depok yang Pas Saat Dompet Cekak

Apqlqgi kata Herry, Bahlil Lahadalia tidak punya mendorong wacana jabatan tiga periode dan Pemilu 2024. "Urgensi dan kapasitasnya tidak tepat," kata Herry.

Menurut Herry, seharusnya Bahlil membantu Presiden Joko Widodo meninggalkan legacy yang baik sebelum lengser. Ia menyebut pernyataan yang dilontarkan Bahlil sebuah proses yang tidak sehat dalam demokrasi.

"Urusan korporasi dibawa-bawa dalam konteks politik, bisa rusak dan buat indeks demokrasi Indonesia semakin menurun. Korporasi lebih baik konsentrasi bantu pemulihan ekonomi nasional dan implementasi tanggungjawab sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan rakyat," katanya.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Pikiran Rakyat)

Sebelumnya, dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia, Bahlil setuju dengan hasil survei yang dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi bahwa wacana presiden tiga periode tidak untuk didengungkan terus-menerus.

Halaman:

Editor: Nur Komalasari

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fantastis! Selembar Komik Spider-Man Laku Rp48 Miliar

Jumat, 14 Januari 2022 | 17:08 WIB
X