Bisnis Konveksi Bordir Tetap Untung di Masa Pandemi

R.A.F Bordir di kawasan Jakarta Timur (Istimewa)

JAKARTA- Industri kreatif di bidang fashion merupakan salah satu sektor yang paling dinamis. Datang silih berganti tiada henti seiring berubahnya selera pasar. Masyarakat pada umumnya kini mulai sadar akan mode dan berusaha selalu berpenampilan menarik.

Selera pasar yang cepat berubah memunculkan dan membuka peluang perusahaan konveksi untuk terus berkembang, termasuk industri pendukung konveksi seperti usaha bordir komputer.

Seperti yang dilakukan Adi, warga Jalan Kebon Nanas Selatan I, RT 06 RW 08 No 03 Jakarta Timur. Dengan mengusung brand R.A.F Bordir, usaha yang dirintis sejak 2015 ini menerima jasa aneka bordir, seperti untuk emblem, aneka logo lembaga dan komunitas.

Baca Juga: Margo City Hadirkan Aneka Tanaman Hias Hingga Ikan Cupang

Selain itu mereka juga melayani pembuatan custom topi, kaos polos, jaket, jumper,hoodie, dan sebagainya.

“Seiring perkembangan zaman munculah bordir komputer yang lebih canggih karena dari desain maupun proses pembuatannya menggunakan program yang ada di komputer sehingga desain lebih variatif dan kreatif, hasil produksi lebih rapi dan waktu produksi lebih singkat,” katanya, Sabtu 19 Desember 2020

Menurutnya, peluang usaha bordir komputer cukup menggiurkan karena pelaku usaha yang jumlahnya masih sedikit, padahal permintaan pasar sangat besar didukung dengan banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang biasanya memasang logo bordir pada kaos, jaket, jas almamater, dan lainnya.

“Apalagi saat ini banyak komunitas yang menunjukkan eksistensinya dengan logo yang dibordir pada kaos atau baju seragam,” tuturnya

Pemasaran yang dilakukan Adi, dilakukan secara langsung dan via daring maupun media sosial dengan nama Istana Grosir. Dengan begitu, ia mampu menjangkau pasar hampir di seluruh Indonesia.

“Hanya sedikit customer yang bertemu langsung, sebagian besar dari konsumen tidak pernah bertatap muka, semua daring, maka hanya kepercayaanlah yang bisa kami andalkan.”

Mengenai harga, Adi mengaku tergantung kerumitan design, ukuran, jumlah warna serta bahan kain atau benang yang dipergunakan. Dengan harga yang relatif murah dibanding perusahaan jasa serupa, R.A.F Bordir mengaku mampu mengumpulkan omset hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Sebagai pelaku usaha, bapak dua anak itu mengaku selalu tertantang untuk melakukan inovasi dan mengasah kreatifitas baik dari segi desigm, pemesanan, produksi, pemasaran, dan pelayanan agar usaha yang dijalankan tetap eksis kini dan nanti. (dam/*)