Bikin Gampang Kena Penyakit Kronis, Hindari Pola Makan Seperti Ini

Pola makan sehat (Foto: Istimewa)
Pola makan sehat (Foto: Istimewa)

DepokToday- Pendakwah sekaligus dokter yang terkenal dengan ramuan herbal dan jurus sehat ala Rasullulah, dr. Zaidul Akbar kembali mengingatkan, bahwa penyakit seseorang sangat erat kaitannya dengan pola makan yang masuk ke dalam tubuh.

Salah satu contoh, kata dr. Zaidul, adalah penyakit asam urat. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena pola makan yang salah.

“Yang namanya asam urat nggak bisa gerak dia, dan sayangnya banyak orang nggak paham asam urat gara-gara apa. Tiap hari yang dimakan sama terus, nggak ada perubahan, minyak-minyakan,” ujarnya dikutip dari channel YouTube dr. Zaidul Akbar official pada Jumat 12 November 2021.

Baca Juga: Zaidul Akbar Sarankan Jangan Makan Ini: Cepat Tua dan Berpenyakit

Terkait hal itu, ia pun membandingkan pola makan orang zaman dulu dan di era seperti sekarang ini.

“Makanya saya bilang orangtua zaman dulu lebih kuat dari pada orang-orang zaman sekarang, karena yang dimakan mereka (zaman dulu) itu rebusan, kukusan, anak sekarang Masya Allah, apa pun yg dimakan gula pasir semua,” ujarnya.

“Dan ternyatakan terbukti, umur 20 tahun ada yang sudah kena struk, diabetes, banyak kasus seperti itu,” sambungnya.

Baca Juga: Tokcer, Ini Resep Jitu Zaidul Akbar Hilangkan Pegal dan Kolesterol

Maka sebenarnya, jelas dr. Zaidul Akbar, jika bicara soal kesehatan, itu adalah dakwah yang luar biasa.

“Sekarang saya tanya, dosa pertama yang dibuat manusia apa? Makanan.  Nabi Adam diturunkan Allah ke bumi kan gara-gara makanan, yakni buah. Artinya apa, ada pesan besar di situ,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dr. Zaidul Akbar, dalam sebuah hadist dijelaskan, ketika Allah menciptakan Nabi Adam, setan sudah melakukan kajian atau penelitian.

Baca Juga: Daun Bidara, Tanaman Surga untuk Atasi Anak Bandel, Gini Caranya

Dalam keterangan hadist tersebut dijelaskan, setan atau iblis, mengetahui bahwa manusia adalah makhluk yang sangat ringkih, gampang emosi dan tidak sabaran.

“Sudah ngerti iblis bahwa manusia paling nggak kuat urusan perut jadi iblis tuh semacam sudah punya bank data untuk menggoda atau menjerumuskan manusia.”

dr. Zaidul Akbar (Foto: Istimewa)
dr. Zaidul Akbar (Foto: Istimewa)

Maka ketika Nabi Adam berada di surga, digodalah dengan makanan, yang dalam hal ini adalah buah.

“Padahal sudah jelas yang dia (iblis) bilang dusta, tapi Nabi Adam malah makan buah itu. Udah salah yang disampaikan tapi Nabi Adam percaya. Sekarang terbukti, kita ini sudah nggak jelas, nggak baik masih juga dimakan,” katanya.

Efek Pola Makan dan Iman

Terkait hal tersebut, kata Zaidul, Allah telah menjelaskan dalam Al Quran agar makanlah, makanan yang halal. Namun Allah meneruskan dalam ayat tadi, jangan ikuti langkah-langkah setan.

“Jadi di makanan yang kita makan itu ada iblis yang siap menggoda manusia. Itu sebabnya bahwa salah satu lemahnya iman seseorang adalah terlalu banyaknya makan,” tuturnya.

“Maka Islam mengatur pedoman dengan sangat mudah, jangan lagi mau diperdaya setan. Kalau mau sehat niatnya mudah, ibadah, saya ingin sehat supaya saya bisa ibadah, itu niatannya. Bukan untuk gaya hidup, terlalu kecil niatannya itu,” timpal dia lagi. (rul/*)