Besok, Koalisi TAS Deklarasikan Idris-IBH

Mohammad Idris ketika mendapat dukungan dari Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS).(DepokToday/Eru)

BOJONGSARI-Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) yang terdiri dari gabungan PKS, Demokrat, dan PPP berencana melaksanakan deklarasi usungan terhadap pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono (IBH), pada Jumat, 4 September 2020 (besok).

Juru Bicara Koalisi TAS, Hj. Qonita Luthfiyah, mengutarakan, Koalisi TAS sudah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan deklarasi, bahkan pendaftaran ke KPU Depok.

“Insya Allah deklarasi Jumat. Mengenai tempat masih dirembukkan,” tutur Qonita yang juga selaku Ketua DPC PPP Kota Depok, di Bojongsari, Rabu (2/9/2020).

Qonita menjelaskan Koalisi TAS telah berkomitmen mengusung pasangan Idris-Imam di Pilkada Kota Depok yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya SK penetapan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Depok dari masing-masing DPP.
“Yang sudah mengeluarkan SK adalah PKS, PPP, dan Demokrat,” tuturnya.

Untuk pendaftaran pasangan calon ke KPUD Depok, katanya lagi, Koalisi TAS telah menentukan waktu yakni Minggu, 6 September 2020.

“Semua persyaratan sudah siap dan clear, termasuk persyaratan D1 Parpol, D1 KWK, persyaratan dari calon juga kami sudah siap,” katanya.

Hanya, lanjutnya, teknis pendaftaran masih berkonsultasi dengan KPU, misalnya apakah akan membawa massa dalam jumlah besar atau tidak, mengingat karena saat ini tengah di masa pandemi Covid-19.

“Pasti banyak yang ingin ikut. Tapi Bukannya kami tidak mau mengajak semua, tapi kondisi. Juga mengenai temanya akan menggunakan apa, masih didiskusikan,” katanya.

Ditanya perihal peluang pasangan Idris-Imam pada kontestasi pilkada melawan kubu seberang yang terbilang lebih gemuk dalam jumlah kursi partai pengusung, Qonita menegaskan optimismenya akan mampu meraih kemenangan. Menurutnya, faktor figur calon lebih menentukan dalam pilkada.

“Pengalaman-pengalaman sebelumnya, pilkada beda dengan pileg. Lebih pada figur. Idris-Imam terbaik dari yang baik. Karena itu, kami optimis akan bisa memenangkan,” tuturnya.

Qonita menyampaikan Koalisi TAS adalah koalisi kebersamaan, sehingga tidak ada partai yang dominan. Semua partai saling membutuhkan dan berjuang untuk memenangkan pasangan bakal calon.

“Kekuatan figur calon dan partai pengusung akan sama-sama bergerak untuk meraih kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

(eru)