Besok, Aparat Gabungan Jaga 22 Titik di Depok Saat PSBB

Aparat siapkan skenario PSBB di Depok (istimewa)

MARGONDA- Pemerintah Kota Depok, bersama sejumlah instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang akan diterapkan saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rencananya kebijakan itu bakal mulai diterapkan pada Rabu besok, 15 April 2020.

“Teknisnya kita sudah atur gerakan taktis. Kita ada 22 titik check point. Perbatasan Jakarta, Bekasi dan Kabupaten Bogor,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Selasa 14 April 2020

Sejumlah titik check point tersebut, akan diawasi secara langsung oleh aparat gabungan Polri, TNI, Dishub dan SatpolPP. Kemudian, pihaknya juga sedang mematangkan dapur umum di bagian barat dan timur.

“Kira – kira seperti itu biar enggak terlalu kacau. Dan ini bagi orang-orang yang ditengah jalan membutuhkan bantuan ini secara langsung. Untuk logistik ini sudah kita siapkan,” jelasnya

Ketika disinggung apakah ada sanksi terkait pelanggar PSBB, Idris mengatakan, dalam ketentuan hal ini bisa diukur sesuai jenis pelanggarannya.

“Misalnya fleksibel akan disesuaikan dengan bidang tertentu, seperti kepolisian itu ada hal-hal  yang bisa dipidanakan. Misalnya yang tidak mematuhi ketentuan atau provokator lah, itu akan memenuhi undang-undang pidana. Kejahatan tetap ada sanksi.”

Kalau pelanggaran yang sifatnya ringan, seperti pengguna mobil atau ketentuan naik mobil dengan jumlah kapasitas yang telah ditentukan maka akan ada tindakan yang sifatnya imbauan atau arahan. “Intinya PSBB kita aturannya persis seperti Jakarta,” ujarnya

Terkait sederet persiapan PSBB, Idris juga telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 22 Tahun 2020 tentang PSBB pada Senin malam,13 April 2020. Rencananya, kebijakan itu bakal berlangsung selama 14 hari namun dengan opsi perpanjangan sesuai dengan kondisi atau perkembangan di lapangan.

Dalam peraturan yang terdiri dari 8 bagian dan 31 pasal itu, Idris mengatur berbagai aktivitas yang harus ditekan selama PSBB diterapkan, agar warga lebih banyak bertahan di rumah untuk memutus penularan virus Corona (Covid-19).

“Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk sanksi pidana. Setiap warga wajib melaksanakan PSBB, optimalkan Kampung Siaga Covid-19, dan wajib menggunakan masker ketika keluar rumah.”

Secara garis besar, PSBB di Kota Depok akan diberlakukan seperti berikut:

  1. Belajar di rumah: Semua tingkat pendidikan yang dilaksanakan di rumah dengan metode pembelajaran jarak jauh.
  2. Bekerja di rumah: Aktivitas kerja dilaksanakan di rumah kecuali sejumlah instansi pemerintahan, organisasi sosial kebencanaan, dan 11 sektor swasta meliputi sektor kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar dan utilitas publik/industri vital, serta kebutuhan sehari-hari.
  3. Ibadah di rumah: Ibadah dilakukan di rumah. Rumah ibadah ditutup dan hanya digunakan untuk keperluan adzan, pembunyian lonceng, dan sejenisnya.
  4. Berkumpul dibatasi: Tidak boleh berkumpul lebih dari 5 orang.
  5. Fasilitas olahraga dan hiburan tutup: Fasilitas stadion, gelanggang olahraga, kolam renang, tempat kebugaran, biliar, hiburan, karaoke, spa, panti pijat, bioskop, dan warung internet ditutup.
  6. Khitanan dan pernikahan : Khitanan dilakukan di rumah khitanan dan pernikahan di KUA. Resepsi keduanya dilarang.
  7. Pengurusan dan takziah kematian non-Covid-19 dilakukan di rumah duka dan pemakaman secara terbatas.
  8. Waktu operasional pasar: Pasar tradisional: 03.00-15.00, tersedia online pasar eceran dan minimarket: 08.00-20.00 supermarket: 10.00-21.00
  9. Restoran dan rumah makan: Tidak ada layanan di tempat hanya boleh melakukan take away, daring, dan layanan antar
  10. Transportasi diberlakukan check point di perbatasan Depok: Jam operasional angkutan umum, terminal, dan stasiun pukul 06.00-18.00. Kapasitas angkutan umum dan pribadi hanya 50 persen, sepeda motor dilarang boncengan. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here