Besok, 10 Pejabat Depok Disuntik Vaksin Sinovac

0
305
Vaksin Sinovac untuk Depok (Istimewa)

MARGONDA- Sebanyak 11.140 orang di Kota Depok bakal disuntik Vaksin Sinovac. Sebagai tahap awal, 10 orang diantaranya akan dilakukan besok, Kamis 14 Januari 2021

Mereka (penerima vaksin) skala prioritas itu adalah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang kemudian disusul oleh para tenaga kesehatan atau nakes.

Baca Juga: Pernah Terpapar COVID-19, Wali Kota Depok Tak Lolos Syarat Penerima Vaksin Sinovac

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, pemberian Vaksin Sinovac tahap awal akan digelar di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

“Untuk besok pencanangan10 orang non-nakes (yang disuntik vaksin COVID-19). Mereka (10 orang) adalah Forkopimda, ada toga (tokoh agama), ada organisasi, ada kepala OPD (organisasi perangkat daerah), ada satgas,” ujarnya, Rabu 13 Januari 2021

Pemilihan 10 orang non-nakes yang disuntik vaksin tersebut sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri, bahwa Forkopimda hingga tokoh agama menjadi penerima awal vaksinasi. Namun demikian, Dadang menolak membocorkan nama-nama 10 orang tersebut.

“Jangan dulu, karena besok di-screening lagi,” katanya.

Hari ini, lanjut Dadang, pihaknya sedang menunggu alokasi sasaran yang ada di aplikasi untuk penyaluran vaksin di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Nanti cara kerja dari gudang obat disesuaikan dengan jumlah yang ada di aplikasi, titik mana saja dan berapa jumlahnya. 11.140 itu di tahap pertama, tapi karenan jumlah itu prioritasnya nakes, jadi hanya 10 orang yang non nakes, untuk pembukaan,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menyebut bahwa vaksinasi awal untuk para tokoh bertujuan untuk memberi kepercayaan masyarakat.

“Kami berikan ke pejabat ASN, kepolisian, maupun TNI sebagai motivasi masyarakat,” katanya

Dari deretan Forkopimda, di antaranya adalah Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, kemudian Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar, Dandim, Kajari dan lainnya.

Sedangkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris diperkirakan belum dapat disuntik vaksin tersebut. Itu lantaran dirinya pernah terkonfirmasi positif COVID-19 pada 25 November 2020 silam.

Kebijakan ini merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19.

Dalam dokumen tersebut, tepatnya pada halaman 38-39, ada daftar 16 pertanyaan yang harus diajukan dalam proses screening sebelum seseorang menerima vaksin yang salah satunya berbunyi, apakah anda pernah terkonfirmasi menderita COVID-19?

Jika terdapat jawaban ya pada salah satu pertanyaan, maka vaksinasi tidak diberikan. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here