Beroperasi September 2021, UIII Boleh Diakses Non Muslim

Kepala KSP Jenderal (purn) Moeldoko (Istimewa)

DEPOK- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal (purnawirawan) Moeldoko, meninjau proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), di kawasan Sukmajaya, Depok, pada Selasa 20 April 2021.

Usai melakukan kunjungan kerjanya itu, Moeldoko pun berharap, UIII bisa ini menjadi pusat eksplorasi dunia dan Indonesia semakin dikenal di mata internasional.

“Dan kita juga bisa mengeksploitasi peradaban kita ke dunia luar dan juga kepada bangsa ini, jangan peradaban kita semakin mundur, itu yang tidak boleh terjadi,” tuturnya

Kemudian, Moeldoko ingin agar kampus ini menjadi pusat simbol toleransi, baik toleransi antar umat beragama, antar suku dan seterusnya di Indonesia, sehingga jadi simbol toleransi dunia luar.

“Kita juga bisa menjadi sebuah negara yang bersahabat,” katanya

Baca Juga: Begini Penampakan Museum Rasulullah di Depok

Sementara itu, Rektor UIII, Prof Komaruddin Hidayat mengungkapkan, proyek pembangunan UIII adalah proyek yang cukup ambisius karena Indonesia sebagai negara muslim mayoritas belum memiliki perguruan tinggi tingkat internasional.

“Sedangkan beberapa negara yang lebih kecil dari kita sudah punya, jadi sebenarnya sudah terlambat, nah baru sekarang ini cita-cita ini diwujudkan,” katanya

Oleh karena itu, Komaruddin berharap, UIII menjadi window (jendela) bagi orang asing yang ingin tahu Indonesia.

“Indonesia punya keunikan. Misalnya Islam dan demokrasi, pesantren, ormas terbesar di sini,” ujarnya

“Jadi, berbagai pengalaman-pengalaman pergulatan Islam dan lokal culture, Islam dan modernisasi, Islam dan demokrasi, dan itu kaya sekali, dan itu semuanya yang meneliti orang asing datang ke sini.”

Selain itu, UIII juga siap menampung para peneliti asing dan warga Indonesia untuk belajar di kampus tersebut.

“Jadi seperti yang dipesankan Pak Moeldoko tadi, orang-orang kita harus manfaatkan, tapi juga orang luar agar tahu Indonesia lebih dekat,” jelasnya

Ditargetkan, UIII bakal beroperasi pada September 2021. Tak hanya umat muslim, mereka yang berasal dari non mulsim pun dipersilahkan untuk menimba ilmu di perguruan tinggi itu.

“Jadi nanti orang non muslim kita tampung, mereka punya akses studi di sini, melakukan research sehingga kampus ini bukan umat Islam yang memanfaatkan tapi non muslim juga terakomodasi.” (rul/*)