Berlaku Mulai Besok, Ini Aturan Baru Naik KRL Saat PPKM Darurat

Sejumlah penumpang menunggu kedatangan KRL di stasiun Citayam. (DepokToday.com)
Sejumlah penumpang menunggu kedatangan KRL di stasiun Citayam. (DepokToday.com)

DEPOK- Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru terkait PPKM Darurat. Dari sejumlah point yang tertuang, di antaranya mengatur soal perjalanan atau pelayanan transportasi, termasuk bagi pengguna KRL.

Disitat dari krl.co.id, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No. 50 Tahun 2021, maka seluruh calon pengguna KRL wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, bisa juga menunjukan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan instansi (minimal eselon 2 untuk pemerintahan), atau pimpinan perusahaan, kantor yang termasuk sektor esensial dan kritikal.

Kebijakan itu mulai berlaku pada Senin 12 Juli 2021. KAI Commuter akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan aparat kewilayahan setempat untuk melakukan pemeriksaan seluruh calon penumpang.

“Bagi yang tidak dapat menunjukkan surat tersebut dilarang untuk naik KRL,” tulis Humas KRL dikutip pada Minggu 11 Juli 2021.

Ia menyebut, KAI Commuter sebagai operator KRL terus berupaya menghadirkan layanan terbaik bagi penggunanya.

Komitmen KRL Jaga Prokes

Beroperasinya layanan kereta rel listrik saat ini dikhususkan bagi pengguna yang masih harus beraktivitas di luar rumah, terutama bagi pengguna yang beraktivitas di sektor kritikal dan esensial sesuai aturan pemerintah.

Baca Juga: Berkaca PSBB, Aplikasi PLN Mobile Jadi Andalan Selama PPKM Darurat

KAI Commuter juga berkomitmen menjalankan protokol kesehatan secara ketat serta peraturan-peraturan pemerintah di masa PPKM Darurat ini.

“Kami mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja kepada para pengguna yang bekerja di sektor non esensial dan non kritikal. Mari lindungi kesehatan keluarga dan sesama guna menekan penyebaran COVID-19.” (rul/*)