Berkeliaran di Pasar, Karno Tak Mau Hadiri Sidang di Pengadilan

Suasana sidang ketiga kasus dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pedagang Pasar Kemirimuka.(DepokToday/Hen)

KOTA KEMBANG-Karno Sumardo, pedagang Pasar Kemirimuka yang diduga melakukan perbuatan hukum, kembali mangkir tidak menghadiri persidangan ketiga di Pengadilan Negeri Kota Depok pada Rabu (30/6/2020).

Persidangan kembali ditunda pekan depan karena kedua tergugat, Karno dan Leo Ferdiansyah, tidak hadir

“Dikarenakan saudara Karno dan Leo sebagai tergugat tidak hadir maka sidang kami tunda,” kata Ketua Hakim Sidang, Muhammad Iqbal Hutabarat.

Pengadilan Negeri Kota Depok akan kembali memanggil Karno dan Leo agar bisa menghadiri sidang lanjutan.

Jika tidak hadir maka PN Depok akan memanggil yang bersangkutan melalui media massa.

Sementara itu Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Ricard Yosafat, menyayangkan sikap tergugat yang ketiga kalinya tidak hadir untuk memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Depok.

“Ini sidang ketiga kami namun tergugat tidak hadir dalam persidangan,” katanya.

Kedua nama tersebut diduga sebagai orang dibalik perlawanan pihak ketiga yang mengakibatkan tertundanya pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, dibawa ke ranah hukum Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok oleh PT Petamburan Jaya Raya (PT PJR).

Kedua warga yang dimaksud adalah Karno Sumardo dan Leo Ferdiansyah. “Kedua orang ini digugat oleh klien kami PT Petamburan Jaya Raya selaku pemilik Pasar Kemirimuka yang sah sesuai hukum di Pengadilan Negeri Kota Depok,” katanya.

Kliennya sudah mendaftarkan ke Pengadilan Negeri Kota Depok dengan No 70/pdt.G/2020/ PN Depok dimana sidang pertama sudah dilaksanakan pada Rabu (10/6/2020).

Namun sangat disayangkan pada sidang pertama, kedua hingga ketiga tergugat tersebut tidak hadir pada pelaksanaan sidang.

Karena ketidakhadiran atau mangkir tergugat Karno maka sidang selalu diundur yang dituding hanya mengulur ngulur waktu.

Dia menambahkan kliennya memperkarakan dua orang (Karno dan Leo) karena diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengajak beberapa pedagang melakukan perlawanan pihak ketiga untuk menunda eksekusi Pasar Kemirimuka milik PT PJR.

“Seharusnya kegiatan pembacaan deklarasi eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok sudah dilaksanakan, namun dengan adanya pihak yang melawan putusan tersebut maka pelaksanaan eksekusi Pasar Kemirimuka tertunda, sebelum akhirnya mereka dihukum melakukan Perbuatan Melawan Hukum oleh PN Depok dan akhirnya mencabut kasasi perlawanan tersebut” katanya.

Tertundanya pembacaan deklarasi eksekusi oleh Pengadilan Negeri Kota Depok mengakibatkan kliennya PT Petamburan Jaya Raya dirugikan.

“Tidak hanya klien kami saja yang dirugikan akan tetapi para pedagang Pasar Kemirimuka lainnya juga dirugikan atas penundaan deklarasi eksekusi,” katanya.

Sejak sidang dilakukan selama tiga kali sangat disayangkan Karno tidak memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Kota Depok.

Tiga kali Karno mangkir dari panggilan Pengadilan Kota Depok namun informasi dilapangan dia malah keluyuran dan berkeliaran di Pasar Kemirimuka.

“Semestinya jika Karno berani harus hadir di persidangan Pengadilan Negeri Depok namun malah tidak hadir,” katanya.

(hen)