Berkaca dari Kasus Lapas Tangerang, Kondisi Rutan Depok Jadi Sorotan

Simulasi kebakaran di Rutan Depok beberapa tahun lalu (DepokToday.com)
Simulasi kebakaran di Rutan Depok beberapa tahun lalu (DepokToday.com)

DepokToday- Ada kondisi miris di balik peristiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Ternyata, penjara tersebut menampung narapidana lebih dari kapasitas yang tersedia. Persoalan ini ternyata terjadi hampir di sejumlah daerah, termasuk Rutan Kelas I Depok.

Terkait hal itu, Kepala Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Nu’man Fauzi mengakui, jumlah penghuni saat ini telah melebihi kapasitas daya tampung.

“Inikan dari kapasitas 1.100 orang, terus sekarang ini ada sekira 1.400 orang. Tapi sejauh ini masih layaklah, untuk tidur. Namun untuk benar-benar hidup sehat belum proporsional,” katanya saat dihubungi DepokToday.com pada Rabu 8 September 2021.

Untuk mensiasati over kapasitas itu, kata Fauzi, pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan Lapas atau Rutan lain yang masih sanggup untuk menampung narapidana.

“Perlahan kan kita lakukan pemindahan-pemindahan terus supaya melonggarkan ruangan. Hampir per dua Minggu atau sebulan sekali ada pemindahan narapidana untuk mengurangi kapasitas. Ya kita mutasi ke Lapas-lapas yang agak longgar,” terangnya.

Baca Juga: Daftar Hitam Lapas di Indonesia yang Terbakar, Penyebabnya Mengerikan

Razia Narkotika yang dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok. (DepokToday.com)
Razia Narkotika yang dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok. (DepokToday.com)

Berkaca dari kasus kebakaran di Lapas Tangerang, lanjut Fauzi, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan antisipasi, utamanya soal instalasi kelistrikan, seperti yang diinstruksikan langsung oleh Kepala Kanwil.

“(Lapas Tangerang) betul-betul jadi pelajaran dan harus diantisipasi. Jadi kabel-kabel dicek, dan kita cek memang masih banyak yang berantakan. Nah kami pun langsung rapihkan pelan-pelan,” katanya.

Kebutuhan Mendesak Rutan Depok

Selain itu, hal yang tak kalah penting disiapkan adalah alat pemadam api ringan atau APAR dan hydrant. Sayangnya, sejumlah alat tersebut kondisinya saat ini memperihatinkan.

“Tadi kami sempat ngecek hidrant banyak yang berkarat rencana akan berkoordinasi ke Damkar sekalian untuk pengisian ulang APAR, karena ada yang isinya sudah berkurang dan kadaluarsa,” ujarnya.

“Nah itu sudah kami bahas dan koordinasikan ke Damkar,” timpalnya lagi.

Baca Juga: Satu Napi Teroris yang Berulah di Depok Ikut Tewas di Lapas Tangerang

Ketika disinggung berapa kebutuhan APAR, Fauzi mengaku, dengan kondisi bangunan saat ini, jumlahnya tentu cukup banyak.

“Lumayan banyak. Ya belasan APAR. Stok air alhamdulillah banyak, lancar karena kita punya sumur-sumur, amanlah. Cukuplah kalau air,” katanya. (rul/*)