Berita Terpopuler DepokToday, 7 Juli 2021: Abu Janda Positif COVID, Siti Fadilah Supari: Kemenkes Jujurlah

Habib Rizieq Shihab dan Abu Janda (Istimewa)
Habib Rizieq Shihab dan Abu Janda (Istimewa)

DEPOK – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Rabu pagi, 7 Juli 2021. Kabar positif COVID-19 Permadi Arya alias Abu Janda menjadi berita terpopuler pertama. Informasi tersebut, disampaikannya melalui akun instagram pribadinya.

Berita kedua dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Menteri yang pernah menjabat di era Presiden SBY ini mengomentari kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19 di Indonesia yang menurutnya tidak jujur.

Selanjutnya, seruan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada organisasi kepemudaan, mahasiswa, BEM, universitas, dan ormas ikut bekerja sama dalam percepatan penanganan COVID-19, masih menjadi berita yang banyak dibaca.

Komentar pelatih timnas dunia tentang pengundian kualifikasi Piala Dunia 2022 pun tak lepas dari sorotan pembaca.

Selanjutnya, berita tentang jumlah penyekatan di Kota Depok terkait pelaksanaan PPKM Darurat juga masih menarik perhatian. Kabag Ops Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani menyebut, ada sembilan titik penyekatan di Kota Depok selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Rabu pagi:

1. Abu Janda Terpapar Terpapar COVID, Pernyataan Rela Masuk Neraka Jadi Sorotan

Pemadi Arya alias Abu Janda dikabarkan terpapar COVID-19. Saat ini ia sedang menjalani isolasi mandiri. Informasi itu, disampaikan Abu Janda melalui akun jejaring media sosial pribadinya. Dia bahkan mengunggah foto dirinya tengah berbaring dan diinfus.

Melalui unggahan tersebut, Abu Janda menjelaskan bahwa ada varian baru yang lebih ganas lantaran bisa berterbangan di udara, sudut ruangan, hingga sejumlah barang di rumah.

Habib Rizieq Shihab dan Abu Janda (Istimewa)
Habib Rizieq Shihab dan Abu Janda (Istimewa)

Bahkan, kata Abu Janda, virus tersebut bisa bermutasi dari dalam tubuh seseorang yang sudah divaksin.

“Varian baru ini lebih ganas karena airbone berterbangan di udara, sudut-sudut ruang publik, di luar pagar rumah mu serangannya lebih brutal karena dia bermutasi di dalam tubuh orang-orang yang sudah divaksin, ya pisau bermata dua,” tutur dia dalam postingannya, dikutip Hops.id jaringan DepolToday.com pada Selasa, 5 Juli 2021.

Terkait hal itu, ia pun mengimbau kepada masyarakat agar patuh terhadap protokoler kesehatan dan tetap berpikiran positif.

“Kau bisa jaga prokes mu, jaga positive thinking mu, tapi cuma butuh satu momen lengah mu, mungkin pikiran mu atau tidak fit badan mu, dalam sekejap mata,” katanya.

“Saya adalah bukti, manusia tidak akan menang main kucing-kucingan dengannya,” timpalnya lagi.

2. COVID Meledak di RI, Siti Fadilah Supari: Kemenkes Jujurlah

Menurut Siti Fadilah Supari, sudah seharusnya kasus COVID ini masuk dalam kategori kejadian luar biasa. Di mana Kemenkes semestinya harus sigap dengan keadaan. Dan tidak diam berpangku tangan.

Hal yang dimaksud, berkaitan dengan angka-angka sakti yang seharusnya dimiliki oleh mereka.

Siti Fadilah Supari meminta agar Kemenkes cari data itu secara ilmiah, yakni data orang sebelum divaksin, data orang-orang yang divaksin, angka sakit, dan angka kematian.

Dari sana, kemungkinan akan terlihat mana yang sebenarnya bermasalah.

Siti Fadilah Supari. Foto: Instagram
Siti Fadilah Supari. Foto: Instagram

“Jadi di sini kita bisa melihat apa perbedaannya setelah divaksin. Mestinya kalau sudah divaksin walaupun positif itu biasa, tetapi tidak sampai parah dan meninggal,” katanya.

“Kalau sudah divaksin tetapi angka positif naik dan yang meninggal naik, menurut saya harus diteliti,” timpalnya lagi.

Maka itu, ia pun meminta agar Kemenkes jujur atas data-data yang ada. Termasuk mereka juga diminta untuk mencari data kerumunan.

Dari statistik, ia meyakini akan terlihat mana faktor yang mempengaruhi. Dan dengan begitu, akan ada cara untuk mengatasi ledakan ini lebih cepat dan ampuh.

“Angka-angka itu harusnya bicara. Jadi Kemenkes jujurlah, kan untuk bangsa dan negara. Enggak ada seorang pun yang ingin keadaan ini menjadi lebih parah. Semua orang pasti ingin lebih baik,” katanya.

“Para ilmuwan, ayo kita selesaikan bersama dengan cara scientifik,” tuturnya. 

4. Seruan Jenderal Listyo untuk BEM Saat Kondisi Genting

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021.

Dalam kesempatan itu Jenderal Listyo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi ini.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Rektor UP, Edie Toet Hendratno saat meninjau sentra layanan vaksinasi di UP Jakarta Selatan. (DepokToday.com)
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Rektor UP, Edie Toet Hendratno saat meninjau sentra layanan vaksinasi di UP Jakarta Selatan. (DepokToday.com)

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Panglima, bahwa dalam rangka untuk mempercepat akselerasi vaksinasi dalam rangka mencapai herd immunity butuh kerja sama semua pihak,” katanya.

Kapolri kembali mengajak seluruh komponen untuk bekerja sama dalam percepatan penanganan COVID-19. Terlebih di tengah situasi seperti ini.

“Saya ajak untuk rekan semua, organisasi kepemudaan, mahasiswa, BEM, universitas, ormas, untuk ikut bergabung sehingga program vaksinasi nasional ini bisa segera kita laksanakan dan herd immunity di akhir tahun bisa kita capai,” ujarnya.

4. Empat Pelatih Ini Komentari Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022

Empat pelatih mengomentari hasil undian pembagian grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia yang dilakukan pada 1 Juli 2021 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pelatih IR Iran, Dragan Skocic, dan Pelatih Republik Korea, Paulo Bento, angkat bicara.

“Iran selalu menjadi pembangkit tenaga sepak bola Asia. Saya puas dengan tujuh kemenangan yang kami dapatkan selama kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Lebih penting lagi, hasil ini dicapai di bawah tekanan mental yang besar di mana tidak ada kesalahan yang diizinkan. Kami sangat termotivasi dan siap menerima tantangan apa pun,” kata Pelatih IR Iran, Dragan Skocic, dikutip fifa.com.

Pelatih Republik Korea, Paulo Bento, mengklaim Grup A adalah grup yang sulit dan dirinya enggan membandingkan kekuatan skuatnya dengan lima tim lainnya.

“Hal terpenting yang harus kami lakukan adalah mengembangkan pemain kami lebih jauh. Kami harus berpikir ini adalah grup yang sulit dan seimbang dan kami akan mencoba melakukan yang terbaik, mencapai tujuan kami yaitu lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022,” tegas Bento.

Grup A dan Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.(Foto: Twitter FIFA World Cup)
Grup A dan Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.(Foto: Twitter FIFA World Cup)

Dari Grup B, Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, dan Pelatih Australia, Graham Arnold, juga melontarkan komentarnya.

“Kami mendapatkan hasil yang bagus tetapi itu tidak menjamin kesuksesan di masa depan. Kami selalu harus siap untuk lawan kami berikutnya. Saya pikir ini adalah grup yang sangat sulit dan semua lawan kami adalah tim yang sangat bagus. Kami hanya akan mempersiapkan diri, dan bersiaplah untuk kualifikasi,” tutur Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu.

Graham Arnold selaku Pelatih Australia mengungkapkan, skuatnya akan fokus menghadapi pertandingan kualifikasi ini.

“Kedua grup itu kuat, tetapi yang bisa kami lakukan hanyalah fokus pada diri kami sendiri dan memastikan kami mempersiapkan diri untuk siapa pun yang kami mainkan dan kapan pun kami bermain,” katanya.

“Apa yang kami pelajari dari fase kedua, di mana kami harus memainkan tujuh dari delapan pertandingan tandang dan kami memenangkan semua delapan pertandingan, itu memberi para pemain banyak kepercayaan dan kepercayaan diri,” Arnold menambahkan.

5. Ada Sembilan Titik Penyekatan di Kota Depok, Dimana Saja?

Kepala Bagian Operasional atau Kabag OpsPolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani menyebut, ada sembilan titik penyekatan yang dilakukan aparat selama pemberlakuan PPKM Darurat.

Kesembilan titik itu dibagi menjadi dua yakni penyekatan dalam kota dan penyekatan luar kota atau pada perbatasan Kota Depok dengan wilayah kota dan kabupaten lain.

Kabagops Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani ditemui saat meninjau sembilan titik penyekatan di Kota Depok, Senin 5 Juli 2021. Foto: Ade/DepokToday
Kabagops Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani ditemui saat meninjau sembilan titik penyekatan di Kota Depok, Senin 5 Juli 2021. Foto: Ade/DepokToday

“Jumlah penyekatan ada sembilan titik. Enam titik di dalam kota, tiga titik luar (perbatasan),” kata Ruslani, Senin 5 Juli 2021.

Ruslani menjelasnkan, untuk didalam kota penyekatan terfokus di jalan Margonda Raya, diantaranya depan gerbang Grand Depok City, pertigaan Dewi Sartika, Tugu Siliwangi, dan tiga titik di Akses UI.

“Untuk yang diluar, itu ada dua di Jalan Raya Bogor yakni di depan SPBU Cilangkap dan depan pabrik panasonic, serta satu di jalan Raya Parung Ciputat,” kata Ruslani.