Berita Terpopuler DepokToday, 24 Juli 2021: Orang Jawa Setara Ratu Belanda, Sosok Cantik Dari Baduy

Tasripin dan orang Jawa lainnya Foto: Okezone
Tasripin dan orang Jawa lainnya Foto: Okezone

DEPOK – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Sabtu pagi, 24 Juli 2021. Tasripin, orang jawa asal Semarang, derajatnya pernah dianggap setara dengan Ratu Belanda menjadi berita terpopuler pertama.

Tasripin merupakan pengusaha penyemakan kulit di kampung kelahirannya Kota Semarang, Jawa Tengah. Asetnya ditaksir mencapai 45 juta gulden saat itu.

Paras cantik Dewi warga suku baduy menjadi bahan perbincangan netizen di dunia maya menjadi berita terpopuler kedua.

Berita terpopuler selanjutnya adalah tanaman sambiloto yang dipercaya sebagai obat ampuh untuk mengobati COVID-19.

Baca Juga: 10 Napi Rutan Depok Diizinkan Pulang ke Rumah Usai Dapat Asimilasi

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Sabtu pagi:

1. Tasripin, Orang Jawa Tulen yang Derajatnya Setara Ratu Belanda

Siapa sangka, ternyata ada pula orang asli Jawa yang derajatnya pernah dianggap setara dengan Ratu Belanda. Ia adalah Tasripin, pengusaha pribumi asli Semarang, Jawa Tengah.

Lalu seperti apa sosok Tasripin itu? Melansir dari berbagai sumber, Tasripin adalah salah satu pengusaha yang cukup terkenal pada awal abad ke 20, selain sang Raja Gula, Oei Tiong Ham.

Tasripin lahir pada tahun 1834. Dilansir dari Unika.ac.id, Tasripin mengembangkan bisnisnya dengan membeli sejumlah tanah dari orang-orang Belanda. Maka tak heran, di kemudian hari, aset-aset Tasripin tersebar di sejumlah wilayah Kota Semarang.

Saking tajirnya, Tasripin pernah menjadi satu-satunya orang Jawa yang kaya pada saat itu. Sejumlah aset rumah yang dibeli Tasripin dari orang-orang Belanda hingga kini masih terjaga.

Dilansir dari serat.id, Tasripin merupakan pengusaha sukses. Keberhasilannya memiliki banyak aset rumah di Semarang tak lepas dari kesuksesannya dalam menjalankan beberapa bisnis seperti penyamakan kulit, hasil bumi, serta sewa menyewa tanah dan bangunan.

Tak hanya itu, Tasripin juga menjalankan usaha pengiriman barang di daerah Kota Lama Semarang.

"Salah

Dilansir dari Merdeka.com, pakar Sejarah Semarang, Amen Budiman, mengatakan, bahwa aset tanah milik Tasripin tersebar di beberapa perkampungan Semarang, yaitu Kampung Kulitan, Gandekan, Gedungbobrok, Jayenggaten, Kepatihan, Pesantren, Sayangan, Kebon Kenap, Wotprau, Demangan, Bang Inggris, Kampung Cokro, Kampung Bedug, dan lain-lain.

Dalam catatan koran Bataviaasch Nieuwsblaad pada 11 Agustus 1919, nilai kekayaan aset warisan Tasripin mencapai 45 juta gulden.