Berita Terpopuler DepokToday, 20 Juli 2021: Liga Champions UEFA, Siti Fadilah Blak-Blakan

Siti Fadilah Supari. Foto: Instagram
Siti Fadilah Supari. Foto: Instagram

Kata Siti Fadilah, umumnya nilai normal vitamin D dalam darah manusia berkisar 30-100 ng/mL. Tetapi kebanyakan orang Indonesia, di bawahnya. Bahkan tak sedikit yang berada di bawah 20.

Jika sudah demikian, akan sangat berbahaya untuk imunitas, termasuk akan mudah mengalami perburukan kalau terkena COVID.

Hal itu pula yang menjadi alasan mengapa pasien covid bisa meninggal, salah satunya karena kandungan D3 dalam darah rendah.

“Vitamin D3 itu penting dan tak boleh kurang dalam darah, kalau kurang kita akan gampang kena. Kalau saya menganjurkan kandungannya 40, normalnya kan angkanya 30-100. Sebab kalau kurang dari 20, kalau kena covid biasanya meninggal,” katanya dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com pada Rabu 14 Juli 2021.

“Kalau lebih dari 20 dia akan tetap hidup, dan lebih dari 30 dia akan OTG. Maka lebih baik lebih dari 40 aman,” timpalnya lagi.

Vitamin D3 sendiri sebenarnya terbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Selain itu, vitamin D3 juga dapat dijumpai pada makanan yang berasal dari hewan, seperti ikan laut, seperti salmon, tuna, dan tongkol.

Kemudian ada pula dari kandungan minyak ikan dan minyak hati ikan kod, telur, susu dan olahannya seperti keju dan yoghurt, hati sapi, sereal atau jus buah yang diperkaya vitamin D3.

3. Profesor Ini Ngatain Fuck You Ade Armando Sambil Acungi Jari Tengah

Pakar komunikasi Indonesia, Ade Armando bikin geram dan emosi seorang profesor. Saking kesalnya, sang profesor itu bahkan mengacungkan jari tengah dengan tulisan fuck you Ade Armando.

Profesor yang meluapkan emosinya itu adalah Profesor Sulfikar Amir.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Ade Armando pun heran, bisa-bisanya si profesor mencak-mencak kepadanya.

Peristiwa itu bermula ketika Ade menyajikan data dan fakta angka COVID-19 di Indonesia.

Fuck you Ade Armando

Profesor Sulfikar marah dengan postingan Ade Armando yang nadanya terkesan mengentengkan kematian kasus COVID-19 di Indonesia.

Pada postingannya itu, Ade Armando mengunggah meme perbandingan angka kematian COVID-19 di Inggris dan di Indonesia.

Ade menyebut, angka kasus meninggal akibat Covid-19 di Inggris mencapai 128 ribu kematian dengan proporsi penduduk Negeri Ratu Elizabeth itu 68 juta jiwa.

Sedangkan penduduk Indonesia kan 270 juta jiwa, angka kasus meninggal akibat COVID-19 itu 73 ribu.

Nah postingan ini sontak membuat sebagain warganet heran banget dengan Ade. Salah satunya adalah Profesor Sulfikar.