Berita Terpopuler DepokToday, 14 Juli 2021: Annisa Pohan Curiga, Sebaran RT Zona Merah di Depok

Annisa Pohan (Istimewa)
Annisa Pohan (Istimewa)

DEPOK – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Rabu pagi, 14 Juli 2021. Mantan model Annisa Pohan curiga adanya motif bisnis dari perusahaan BUMN dalam rencana program vaksin gotong royong menjadi berita terpopuler.

Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ini mengatakan, mencurigai perusahaan plat merah Kimia Farma memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 dengan menjual vaksin gotong royong.

Berita selanjutnya, jumlah RT zona merah di Kota Depok juga menyedot banyak pembaca.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok menyebut adanya pergeseran tren kematian COVID-19 dari usia lanjut menjadi usia produktif dari 18 tahun hingga 40 tahun.

Mayor Inf. Yudho Setyono menjabat sebagai komandan Kopassus termuda dan Dokter Reisa Broto Asmoro yang membagikan tips melakukan isolasi mandiri yang baik juga menyita perhatian.

Baca Juga: Jokowi Sumbang Pemikirannya Untuk Pengentasan Pandemi Global

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Rabu pagi:

1. Bikin Heboh, Annisa Pohan Curiga Ada Kejanggalan di Balik Vaksinasi

Mantan model, Annisa Pohan melempar kritikan pedas pada pemerintah terkait penanganan COVID-19. Istri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu bahkan sempat menyinggung perusahaan plat merah, Kimia Farma.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, dia tak habis pikir, bagaimana mungkin saat vaksinasi massal gratis masih bergulir, ada kelompok tertentu yang berusaha menjualnya ke rakyat umum.

Belakangan, rencana tersebut memang ditunda, namun menurut Annisa, Pohan segalanya masih bersifat tak pasti alias plin-plan.

“Negara ini selalu begini, setelah rakyat merespons negatif akan satu isu baru, rencananya dibatalkan,” kata Annisa Pohan dikutip pada Rabu 14 Juli 2021.

Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (Ika Unpad) tersebut juga mengingatkan pemerintah untuk tidak secara tiba-tiba memulai kembali rencana ini tanpa sepengetahuan rakyat.

“Ini baru ditunda, jangan sampai nanti dimulai tanpa ada ada penjelasan mengenai vaksin yang berbayar,” pintanya.

Kecurigaan Mendasar

Annisa Pohan lantas menjelaskan, rencana program vaksin gotong-royong mulanya diperuntukkan kepada perusahaan.

Konsepnya sederhana, yakni perusahaan membelinya, kemudian memberikannya secara cuma-cuma kepada karyawan.

Namun belakangan, menurut dia ada rencana janggal yang sepertinya coba dimainkan pemerintah, yakni dengan menjual vaksin tersebut secara langsung ke individu.