Berikut Fakta-fakta Crane di Proyek PDAM Tirta Asasta Jatuh, Sudah Sempat Diprotes Warga

Crane terguling di proyek PDAM wilayah Depok Jaya. (DepokToday.com)
Crane terguling di proyek PDAM wilayah Depok Jaya. (DepokToday.com)

DepokToday – Proyek pembuatan water tank Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Asasta berubah menjadi peristiwa berdarah.

Sebuah truck crane yang ditugaskan membongkar tower lama untuk diganti yang baru tiba-tiba ambruk di Jalan Mawar, Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas.

Dua unit rumah yang berada persis di samping lokasi proyek tertimpa tiang crane sepanjang puluhan meter itu. Tiga korban mengalami luka berat.

Berikut fakta-fakta kejadian crane jatuh tersebut:

1. Crane Jatuh pagi hari sekitar pukul 09.15

Lurah Depok Jaya, Herman mengatakan, crane tersebut sedang digunakan untuk kebutuhan proyek PDAM di kawasan Depok Jaya.

“Ini masih operasi penurunan puing karena akan ada pembangunan baru jadi yang lama diruntuhin diganti yang baru, lagi proses pembongkaran,” kata Herman, Jumat 15 Oktober 2021.

Baca Juga: Alat Berat Proyek PDAM Timpa Rumah Warga Depok, Korbannya 3 Orang

Tiba-tiba sekitar pukul 09.15, crane itu terguling ke sisi kanan dan menimpa rumah warga hingga menyebabkan tiga penghuninya terluka karena tertimpa reruntuhan bangunan.

“Saya prihatin atas musibah ini, saya mendapat laporan dari RW sekitar pukul 9:15, saya langsung ke TKP dan kordinasi dengan RW terdekat dan hubungi Damkar untuk dibantu evakuasi dan kelengkapan alat,” kata Herman.

2. Seorang siswi kelas 7 terjepit saat sedang belajar

Nasib naas menimpa seorang siswi berinisial Y (12 tahun), karena saat peristiwa itu terjadi, dirinya sedang melaksanakan belajar jarak jauh didalam kamarnya. Tak sempat menyelamatkan diri, ia tertimbun reruntuhan rumahnya karena rubuhnya crane.

Kondisi rumah dan korban yang tertimpa crane (DepokToday.com)
Kondisi rumah dan korban yang tertimpa crane (DepokToday.com)

Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, PMI Kota Depok, Basarnas dan dibantu juga oleh Satpol PP, pun memerlukan waktu hingga berjam-jam untuk mengeluarkan bocah itu.

Baca Juga: Berjalan Dramatis, Bocah Korban Crane Jatuh Berhasil Dievakuasi

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Damkar Depok, Welman Naipospos mengatakan, tim gabungan berhasil menyelamatkan bocah itu 5 jam setelah peristiwa terjadi.

“Tim melakukan evakuasi secara hati-hati agar meminimalisir luka semakin parah pada tubuh korban,” kata Welman.

3. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta, Muhammad Olik Abdul Holik mengatakan, bertanggunjawab penuh atas peristiwa itu dan menanggung seluruh kerugian baik materil maupun keselamatan jiwa para korban.

“Saya Muhammad Olik atas nama PDAM Kota Depok menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada korban dan masyarakat sekitar, kita akan bantu sepenuhnya korban,” kata Olik saat meninjau lokasi kejadian.

Baca Juga: Crane Proyek Jatuh, Ini Penjelasan Dirut PDAM Tirta Asasta

Muhammad Olik mengatakan, seluruh biaya perawatan para korban telah menjadi tanggungjawab PDAM Tirta Asasta, begitupun rumah yang rusak akibat tertimpa tiang crane.

“Korban yang luka kita rawat di rumah sakit, begitupun rumah yang tertimpa, akan menjadi tanggungjawab PDAM,” kata Olik.

4. Warga sempat protes proyek tapi tak digubris

warga sekitar telah berulang kali melayangkan protes terkait proyek yang berlangsung di sekitar pemukiman padat penduduk tersebut. Menurut mereka, proyek PDAM Depok ini minim keselamatan, terlebih berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk.

“Saya dari a-z kami tuh dari Pak RT, kami sudah berulang kali katakanlah protes, hanya ingin memperbaiki sistem dan metode kerja proyek ini tapi ya begitu,” kata Sandi, salah satu saksi yang juga tetangga korban di lokasi kejadian.

Ia dan warga sekitar menilai, metode kerja yang dilakasanakan pelaksana proyek membahayakan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Tragedi Proyek PDAM, Ketika Protes Warga Dianggap Angin Lalu

“Kesimpulannya seperti itu saja. Secara teknik dan detilnya kami bukan yang langsung pegang proyek, tapi kami orang sini ngerti dampak dan akibat bahaya proyek ini. Apalagi jika tidak mengkuti apa kata warga sekitar,” katanya.

Sejumlah keluhan dan protes tersebut, lanjut Sandi, sudah disampaikan warga dengan berbagai cara, termasuk melayangkan surat ke pihak-pihak yang dianggap memiliki kewenangan di kota ini.

“Kami sudah sampaikan ke Kecamatan, Kejari, DPR juga sudah. No response. Tetap mereka dengan sikap awal yang mana katanya metode dia betul. Inilah akibatnya,” keluh dia.

5. Polisi tetapkan satu tersangka atas peristiwa itu

Polisi telah menetapkan seorang tersangka atas kasus kecelakaan kerja yang menyebabkan alat berat jenis crane menimpa pemukiman warga dekat proyek PDAM di wilayah Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

“Terkait kejadian kecelakaan kerja crane untuk proyek PDAM kemarin ada 3 orang luka, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi. Nah semalam untuk naik penyidikan ditetapkan satu tersangka dari operator crane,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes pada Sabtu 16 Oktober 2021.

Baca Juga: Tragedi Proyek PDAM Depok, Polisi Tetapkan Sosok Ini Tersangka

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga ada kecerobohan atau kelalaian dalam pengerjaan proyek PDAM Depok.

“Ada kesalahan pijakan dari konstruksinya sehingga crane miring ke kanan dan jatuh. Jadi ini ada unsur kelalaian Pasal 360 tentang kelalaian menyebabkan luka-luka.”

Yogen menambahkan, penyidik juga akan memanggil sejumlah pihak terkait lainnya atas kejadian itu.

“Nanti semua (termasuk pemilik proyek) kita panggil PDAM akan kita panggil,” kata dia. (ade/*)