Berawal dari Hobi, Dua Guru Ini Rintis Studio Animasi di Margonda

Dua guru perintis studio animasi, Chandra (kanan) dan Rianwhar (kiri). (Foto: Istimewa)
Dua guru perintis studio animasi, Chandra (kanan) dan Rianwhar (kiri). (Foto: Istimewa)

DepokToday – Dunia animasi memang menarik untuk dipelajari. Apalagi jika kamu hobi membaca atau menonton film animasi. Rencana membuat karya sendiri jauh lebih menyenangkan dibanding jika hanya menonton saja bukan?

Di Depok tepatnya di Jalan Margonda Raya kini ada studio animasi yang akan memberikan kalian ilmu teori hingga praktek loh. Meski terbilang baru, studio animasi yang bernama Loro Matra sudah bekerjasama dengan beberapa klien yang mempercayainya.

“Baru setahun berdiri, Alhamdulillah ada beberapa klien yang menggunakan jasa kami. Concern nya itu kita bikin animasi lebih kepada memperingati hari-hari besar seperti proklamasi kemerdekaan RI, kesaktian pancasila, idul adha dan lain-lain,” ujar pendiri Loro Matra, Chandra Maulana kepada depoktoday.

Ia memaparkan studio animasinya bergerak lebih ke arah visual. Terdapat tiga jenis kelas loro motion yang terfokus ke animasi, lalu ada loro craft yang fokusnya ke crafting dan terakhir ada lorograph yang fokusnya ke gambar manual.

“Untuk style animasi kita lebih ke 2D retro animation, insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan membuat serial animasi durasi pendek berjudul pitung hip hop dengan motto keterbatasan bukanlah akhir tapi merupakan inovasi baru,” papar pengajar di SMKN 2 Cibinong ini.

Tidak hanya sendiri, Chandra mendirikan studio animasinya bersama temannya yakni Rianwhar yang juga berprofesi sebagai guru prakarya dan seni di SMP Negeri 7 Depok.

“Alasan membuat studio ini awalnya memang karena untuk seneng-seneng alias hobi, tapi kemudian kami berpikir juga akan lebih seru jika membuka kelas bagi siapapun yang mau belajar animasi,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Pastikan Hasil Swab Antigen Acak 365 Siswa Nihil Positif COVID

Studio Loro Matra membuka kelas untuk anak dengan usia 9 hingga 14 tahun dan tentunya aplikasi yang menyesuaikan dengan usianya.

“Tujuannya agar anak bisa menumpahkan minat dan bakatnya sejak dini dan akan bermanfaat juga untuk karir mereka kedepannya nanti,” tambahnya.

Siswa Lebih Banyak Buat Konten Hari Besar

Untuk kegiatan kelasnya, Chandra mengatakan peserta didik membuat konten untuk memperingati hari besar dan juga rencana serial durasi pendek. Selain kelas untuk anak usia dini ada juga yang belajar dari kalangan guru.

“Umumnya guru-guru PNS. Kami ada dua additional team yaitu sound enginering untuk backsound yang diisi oleh Raihan dia anak muda yang hobi mengcomposer music, kontennya sudah banyak di apresiasi oleh orang luar dan juga Andri yang ilustrator yang sudah lama berkecimpung di dunia gambar,” kata Chandra.

Terkait biaya, ia menuturkan tergantung levelnya. “Tapi untuk sekarang masih matengin dulu untuk biayanya karena kan lagi pandemi juga ya jadi harus menyesuaikan,” jelasnya.

Chandra mengungkapkan alasan dirinya berani membuka studio animasi. “Alhamdulillah saya sudah dapat sertifikasi dari Bekraf dan juga Kemenparekraf sebagai animation motion graphic artist. Semoga ilmu yang saya dapat bisa ditularkan ke adik-adik atau teman-teman yang mau belajar animasi,” tutupnya. (lala/*)