BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi Untuk Angkat Lagi Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Mahasiswa UI ketika berunjuk rasa. Foto: anakui.com

DepokToday – Elemen masyarakat dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) melancarkan ultimatum ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Ultimatum itu berkaitan dengan pemecatan 56 pegawai KPK yang dipecat karena tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Kami Aliansi BEM Seluruh Indonesia dan GASAK memberikan ultimatum kepada Presiden Jokowi untuk berpihak dan mengangkat 56 pegawai KPK menjadi ASN dalam waktu 3×24 jam sejak hari ini,” tulis petikan surat ultimatum tersebut.

Baca Juga: Seruan Jenderal Listyo untuk BEM Saat Kondisi Genting

“Jika Bapak masih saja diam, maka kami bersama elemen rakyat akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi yang rasional untuk Bapak realisasikan.”

Dilansir dari CNNIndonesia, Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar mengatakan, mahasiswa bersama masyarakat akan turun aksi ke jalan di tanggal 27 September 2021 jika Presiden Jokowi tak kunjung mengangkat 56 pegawai KPK yang dimaksud.

“Terhitung 3×24 jam jika tidak ada respons, maka kami akan turun ke jalan di tanggal 27 September,” katanya.

Nofrian mengatakan, aksi turun ke jalan itu rencananya akan dilakukan secara terpusat di Jakarta. Kendati demikian, ia belum bisa memberitahu ihwal titik pasti rencana aksi tersebut.

Baca Juga: Rektorat Panggil Sejumlah BEM UI Terkait Meme Jokowi

BEM SI, kata Nofrian, masih konsolidasi dengan aliansi yang ada di daerah. “Titik aksi masih dikonsolidasikan dengan seluruh teman-teman dari daerah luar Jakarta,” katanya.

Nofrian memperkirakan bakal ada ribuan peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam aksi nasional pada Senin mendatang.

“Kami akan menurunkan sebanyak banyaknya, jumlah pastinya masih harus menunggu teknis lapangan. Saya tidak bisa katakan secara rinci, tapi di atas 500 orang yang pasti,” ujar Nofrian. (ade/*)