Belum Tersentuh Bantuan, PPKM Bikin Sopir Angkot Depok Menjerit

Aksi protes sopir angkot Depok (Foto: Istimewa)
Aksi protes sopir angkot Depok (Foto: Istimewa)

DepokToday- Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Kota Depok mengeluhkan omset yang turun drastis akibat pandemi COVID-19, terlebih sejak adanya pemberlakukan PPKM.

Kekecewaan mereka semakin menjadi lantaran sampai saat ini mengaku belum dapat bantuan dari pemerintah daerah.

“Keluhan mungkin sama. Pendapatan minim, turun drastis. Kita tolong diperhatikan aja deh. Paling nggak ada perhatianlah dari Pemerintah Kota Depok,” kata Rahmat Riyana, salah satu pengemudi angkot saat dikonfirmasi awak media pada Kamis 29 Juli 2021.

Rahmat mengaku, sejak pandemi melanda, terlebih ketika ada aturan PPKM, pendapatannya merosot tajam. Hal serupa dirasakan sejumlah rekan seprofesinya.

“Wah drastis bener (turunnya). Kalau biasanya bisa dapat Rp 120 ribu, sekarang paling top dapat Rp 40 ribuan. Belum bensin dan setoran. Boro-boro buat di rumah. Buat bensin aja nggak ketutup,” keluhnya.

Curhat Sopir Angkot Depok

Sejak adanya aturan PPKM, lanjut Rahmat, rata-rata angkot hanya membawa penumpang kurang dari tujuh orang dalam satu hari.

“Nah setoran Rp 25 ribu, belum lagi bensin? Coba bayangin dah.”

Atas dasar itulah, Rahmat berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap nasib para sopir angkot.

“Intinya kita minta diperhatikan aja deh. Itu intinya satu,” tuturnya.

Demo Dekat Rumah Wali Kota

Sebelumnya, aksi protes sempat dilakukan sejumlah pria yang mengaku sebagai sopir angkot. Melalui bentangan spanduk dan video yang diunggah di akun sosial media, terlihat mereka menuntut perhatian Pemerintah Kota Depok.

Aksi protes itu disebut-sebut berlangsung dekat Gang Ridho atau sekitar Pasar Pucung, tak jauh dari kediaman Wali Kota Depok, Mohammad Idris, pada Rabu 28 Juli 2021.

Aparat memutar balik sejumlah kendaraan di titik lokasi penyekatan pada hari pertama PPKM Darurat di Kota Depok. (DepokToday.com)
Aparat memutar balik sejumlah kendaraan di titik lokasi penyekatan pada hari pertama PPKM Darurat di Kota Depok. (DepokToday.com)

Sambil pegang perut, para sopir angkot itu pun sempat membentangkan spanduk bertuliskan:

Pemerintah tolong perhatikan kami. Kami sopir angkot Kota Depok lapar. Jangan biarkan kami mati, anak istripun ikut mati. Mana perhatianmu? Dampak COVID dan PPKM.