Belasan Santri Tewas di Sungai Cileueur, 2 Diantaranya Bocah Depok

Proses evakuasi di Sungai Cileueur. (Foto: Istimewa)
Proses evakuasi di Sungai Cileueur. (Foto: Istimewa)

DepokToday- Sebanyak 11 siswa dari MTs Harapan Baru, Pondok Pesantren Cijantung, Ciamis, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia saat melaksanakan kegiatan Pramuka susur sungai di Cileueur pada Jumat 15 Oktober 2021. Dari belasan nyawa yang melayang itu, dua di antaranya adalah bocah asal Kota Depok.

Data yang dihimpun menyebutkan, dua pelajar asal Depok itu yakni Muhammad Kafka Firmansyah (12 tahun), warga Kampung Cikumpa RT 006 RW 005, Kelurahan Sukamajaya, Depok dan Siti Jahra Anjani (12 tahun) warga Kampung Cikumpa, RT 03 RW 05, Kelurahan Sukmajaya, Depok.

Baca Juga: Tragedi Proyek PDAM Depok, Polisi Tetapkan Sosok Ini Tersangka

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, Pengurus Pesantren Cijantung, Dandeu Rifai, menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat kegiatan susur sungai Cileueur yang berada di Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 siswa. Sementara itu, mereka berasal dari kelas 7 dan 8. Namun, dari 150 itu yang kembali hanya 139 orang. Kemudian 2 siswa mengalami kritis dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Buku Harian Seorang Istri, Ketika Musuh Manfaatkan Cewek Pelakor

Sementara itu, Ismael warga setempat mengungkapkan, kondisi sungai Cileueur yang jadi lokasi tenggelamnya belasan siswa berada di Luewi Ili di ruang Sungai Cileueur Blok Kampung Wetan, Desa Utama dan kerap dijadikan lokasi memancing oleh warga setempat.

Misteri Sungai Cileueur

Ismael menjelaskan kondisi sungai dalam beberapa waktu terakhir yang aliran airnya tenang alias tidak deras.

Dia juga membantah sungai tersebut menyimpan kisah mistis lantaran warga setempat sendiri hingga malam hari masih beraktivitas di sekitar sungai.

“Terlebih seperti sekarang ini, airnya tenang tidak deras. Disini biasanya banyak yang mancing sampai malam. Kalau dibilang angker tidak begitu juga, buktinya banyak yang mancing di sini sampai malam,” katanya, mengutip Kompas pada Sabtu, pada 16 Oktober 2021.

Baca Juga: Crane Proyek Jatuh, Ini Penjelasan Dirut PDAM Tirta Asasta

Ismael menilai di lokasi tenggelamnya belasan siswa berada di belokan. Sehingga walaupun permukaan keliatan tenang, namun di bawah permukaan Leuwi Ili terdapat pusaran air.

Adapun kondisi sungai Cileueur sendiri memiliki kedalaman hingga tiga meter dan terdapat hamparan batu di dasar sungai.

“Mungkin diperkirakan airnya dangkal. Karena sekitar Leuwei banyak hamparan baru. Apalagi hari ini arus tidak deras dan malah terlihat tenang karena sudah beberapa hari tidak hujan,” kata Ismael.

“Dengan kondisi Leuwi Ili semacam tersebut memang cukup berbahaya untuk dilewati, apalagi bagi yang tidak bisa berenang. Bagi yang bisa berenang juga berbahaya, kalau berenangnya pakai sepatu dan bawa ransel. Leuwi ini kan cukup dalam,” timpalnya lagi.

Baca Juga: Emosi Anaknya Disuruh Cuci Kaki, Pria Ini Serang Tetangga Sampai Banting Kucing

Sejauh ini, kata Ismael, belum pernah ada korban tenggelam di sekitar aliran sungai tersebut. Dia menjelaskan, baru kali ini ada korban meninggal di Leuwi Ili bahkan hingga belasan orang.

“Sebelumnya belum ada yang korban disini. Apalagi sampai sebelas orang lagi. Baru kali ini terjadi dalam sejarah. Leuwi ini airnya kelihatan tenang, tapi sampai menelan banyak korban,” imbuhnya.

Data Korban Tenggelam

Berikut 11 daftar nama siswa yang jadi korban kegiatan pramuka, susur sungai di Ciamis:

1.Muhammad Kafka Firmansyah (12), asal Kampung Cikumpa RT 006 RW 005, Kelurahan Sukmajaya, Depok.

2.Alfian Nur Fauzi (13) asal Dusun Cikondang RT 02 RW 02, Desa Kelas Datar, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap.

3.Khansa Khairun Nisa (13) asal Dusun Kulon RT 09 RW 03, Desa Cimari Cikoneng, Ciamis.

Baca Juga: Tragedi Proyek PDAM, Ketika Protes Warga Dianggap Angin Lalu

4.Aldo Maulana Majid (13) asal Blok Pahing RT 02 RW 02, Desa Wangkelang, Kecamatan Cingambul, Majalengka.

5.Siti Jahra Anjani (12) asal Kampung Cikumpa RT 03 RW 05, Kelurahan Sukmajaya, Depok.

6.Chandra Ruyzkie Hernawan (12) asal Jl Rd Okas Bratakusumah RT 03 RW 30 Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

7.Fahrurozi Dwiki Hernawa (12) asal Pakembaran RT 10 RW 04, Desa Puncak Cigugur, Kuningan.

Baca Juga: Bangkit dari Keterpurukan, GUESS Indonesia Bidik Kota Depok

8.Fatah Fathurrasya (12) asal Kramat Pulo Dalam II No 103, Kelurahan Kramat Senen, Jakarta Pusat.

9.Dea Rizky (13) asal Blok Sarimanik RT 15 RW 04, Desa Sukasari, Cikijing, Majalengka.

10.Aditya Maulana (12) asal Dusun Mekarsari, Cibadak, Banjarsari, Ciamis.

11.Fajri Putra Pratama (12) asal Dusun Cikuning RT 05 RW 01, Desa Terlaya, Bantarkalong, Brebes. (rul/*)