Belanda dan Portugal Gagal, Lampu Kuning Buat Prancis saat Lawan Swiss

Skuat Prancis di Piala Eropa 2020.(Foto: Twitter Prancis)
Skuat Prancis di Piala Eropa 2020.(Foto: Twitter Prancis)

BUKAREST—Tersingkirnya dua tim elite, Belanda dan Portugal, di babak 16 besar Piala Eropa 2020 patut diwaspadai Prancis saat berjumpa Swiss, dini hari nanti WIB.

Prancis dan Swiss akan memperebutkan satu tempat di perempat final di Stadion Nasional, Bukarest, Rumania.

Kekalahan Belanda dan Portugal menjadi lampu kuning bagi Prancis, yang merupakan tim favorit di turnamen ini. Les Bleus—julukan Prancis—tinggal satu-satunya finalis Piala Eropa 2016 usai tersingkirnya sang juara bertahan Portugal.

Penampilan Prancis di babak penyisihan grup pun kurang meyakinkan, meski akhirnya mereka memuncaki klasemen akhir sebagai juara grup.

Menang atas Jerman 1-0 kemudian dua kali imbang lawan Hungaria dan Portugal di Grup F adalah catatan kurang memuaskan bagi sang juara dunia.

Momen pertandingan Prancis vs Jerman di Piala Eropa 2020.(Foto: Twitter Euro2020)
Momen pertandingan Prancis vs Jerman di Piala Eropa 2020.(Foto: Twitter Euro2020)

Di babak 16 besar ini, Prancis tak ingin mengulangi performa standar sekalipun yang dihadapi mereka adalah Swiss, tim yang lolos ke fase gugur karena jatah peringkat tiga terbaik.

“Mereka adalah tim yang terstruktur dengan baik dan mereka memiliki potensi serangan yang bagus dengan [Haris] Seferovi, [Breel] Embolo dan [Xherdan] Shaqiri. Kami tidak boleh meremehkan mereka dan ini adalah pertandingan sistem gugur, jadi kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan senyum di wajah kami di akhir pertandingan,” ungkap Pelatih Prancis, Didier Deschamps.

DIBACA JUGA: Prancis, Jerman, dan Portugal, Dapat Tiket ke 16 Besar Piala Eropa 2020

Deschamps juga mengomentari cuaca panas di Bukarest, tempat laga Prancis vs Swiss, berlangsung. Termasuk masalah masa rehat timnya pasca selesainya babak penyisihan grup.

“Gelombang panas di Budapest [selama pertandingan penyisihan grup terakhir Prancis] berdampak. Kami memiliki satu hari ekstra di antara pertandingan, lima lebih dari empat, sementara lawan kami memiliki delapan hari, yang lebih baik. Di sini juga panas, tetapi sedikit lebih mudah untuk diatasi,” jelas Deschamps disitat uefa.com.

Duel pemain Prancis dengan dua pemain Portugal.(Foto: Twitter Euro2020)
Duel pemain Prancis, Kylian Mbappe, dengan dua pemain Portugal.(Foto: Twitter Euro2020)

Di laga ini, Prancis sepertinya tetap mengandalkan Paul Pogba, Kylian Mbappe, dan Karim Benzema untuk memberikan ancaman di jantung pertahanan Swiss.

Magis Shaqiri

Berbicara tentang sepak bola Swiss maka identik sekali dengan satu pemain ini. Dia adalah Xherdan Shaqiri. Pemain yang berposisi di sektor gelandang itu, punya catatan brilian selama membela negaranya di Piala Eropa.

Shaqiri diharapkan Swiss dapat kembali mengeluarkan gol magisnya kala bentrok dengan Prancis di babak 16 besar, seperti yang dilakukannya saat mengalahkan Turki 3-1di penyisihan grup A Piala Eropa 2020 dan babak 16 besar Piala Eropa 2016.

Majunya Swiss ke babak 16 besar Piala Eropa 2020 setelah mengantongi poin empat dari hasil imbang lawan Wales 1-1, kalah 0-3 dari Italia, dan menang 3-1 atas Turki.

Xherdan Shaqiri melakukan selebrasi.(Foto: Twitter Euro2020
Xherdan Shaqiri melakukan selebrasi.(Foto: Twitter Euro2020)

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, menyatakan sudah siap tanding melawan Prancis. Ia bahkan optimistis bisa mengalahkan runner-up Piala Eropa 2016 itu di tanah Bukarest.

“Melawan tim seperti Prancis, jika kami berdua memberikan 100%, apa yang kami lakukan tidak akan cukup. Mereka harus memberikan 80% dan kami harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Dengan pengalaman yang sulit, Anda mendapatkan pengalaman,” tegas Petkovic.

DIBACA JUGA: Wales, Swiss, dan Turki Berebut Temani Italia ke 16 Besar

Petkovic pun mengenang permainan hebat Swiss di Piala Eropa 2016, namun drama adu penalti dengan Polandia menggagalkan mereka menembus perempat final.

Saat ini, Swiss kembali lagi di babak 16 besar, dan Petkovic berharap kegagalan di Piala Eropa 2016 tidak terulang di Piala Eropa 2020.

“Dalam pertandingan babak 16 besar Piala Eropa 2016 melawan Polandia, kami pantas untuk maju, dan dengan adu penalti, Anda harus beruntung. Kami belajar dari pertandingan itu, dan juga dari [babak 16 besar 1-0 ] kekalahan melawan Swedia di Piala Dunia 2018. Kami hanya memiliki satu tujuan: bermain bagus melawan Prancis dan mencoba untuk lolos,” tuturnya.

(tdr/*)