Belajar dari Kecelakaan Vanessa Angel dan Keluarga, Ketahui Reaksi ‘Normal’ Anak Korban Kecelakaan

Vanessa Angel (Foto: Istimewa)
Vanessa Angel (Foto: Istimewa)

DepokToday – Kecelakaan tunggal di Tol Jombang, Jawa Timur pada Kamis 4 November menyebabkan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah tewas. Meski begitu anak kedua pasangan tersebut, yaitu Gala Sky Ardiansyah, selamat dari kecelakaan tersebut.

Melansir dari Suara.com, menurut hasil pemeriksaan CT Scan, kondisi bayi berusia satu tahun lebih itu stabil. Hanya mengalami luka ringan di kepala dan lecet di dahi.

“Kalau korban anak berinisial GSA secara fisik ada luka memar di kepala ada luka lecet di dahi. Namun tidak ada tanda pendarahan di otaknya maupun luka yang serius,” jelas Dokter Bedah RSUD Kertosono Kurniawan Eko.

Kini, Gala Sky sedang dirawat di RS Bhayangkara, Nganjuk. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, sahabat Vanessa Angel, Samantha Bowlin, mengatakan Gala Sky sempat histeris ketika hendak dibawa menaiki ambulans.

Seorang kerabat mengungkap kondisi anak dari Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Gala Sky Ardiansyah setelah mengalami kecelakaan maut di Tol Nganjuk, Jawa Timur. [Instagram @tomliwafa]

Seorang kerabat mengungkap kondisi anak dari Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Gala Sky Ardiansyah setelah mengalami kecelakaan maut di Tol Nganjuk, Jawa Timur. [Instagram @tomliwafa]

Menurut laman State Insurance Regulatory Authority (SIRA), yang termasuk ke dalam otoritas administratif negara bagian Australia di New South Wales, reaksi setiap anak setelah kecelakaan akan berbeda.

“Anak-anak sangat tangguh dan kebanyakan dari mereka pulih dengan cepat. (Tetapi) usia anak penting, dan memainkan faktor dalam bagaimana anak-anak merespons,” bunyi pernyataan SIRA

Tetapi reaksi yang paling umum adalah:

Kebanyakan anak-anak menunjukkan kesulitan (atau tidak sama sekali) yang berkelanjutan yang terjadi langsung setelah ketakutan awal.

Anak menunjukkan kesulitan yang lebih intens pada awalnya, tetapi akan pulih relatif cepat seiring berjalannya waktu.

Pada beberapa anak, kesulitan dapat bertahan atau memburuk selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan setelah kecelakaan.

Baca Juga: Waspadai Jika Kondisi Ini Terjadi di Mata, Bisa Jadi Kolesterol Anda Tinggi, Begini Atasinya

Sejumlah kecil anak-anak akan tampak baik-baik saja pada awalnya, tetapi kemudian menunjukkan gejala tertekan terkait dengan kecelakaan itu, kadang-kadang beberapa bulan kemudian.

Bagi anak usia 0 hingga 6 tahun, setelah kecelakaan mobil anak-anak kelompok usia ini dapat mengingat kembali kejadian kecelakaan itu melalui permainan atau gambar.

Mereka mungkin menjadi lebih rewel atau mengamuk lebih dari biasanya. Beberapa mungkin mengembangkan ketakutan baru yang tidak ada hubungannya dengan kecelakaan itu, misalnya menjadi takut gelap.

Meskipun beberapa dari reaksi tersebut tampak tidak biasa, sebenarnya kondisi itu dianggap sebagai respons normal terhadap peristiwa tidak normal.

Apabila gejala anak bertahan lebih dari sebulan, atau jika memburuk, ada baiknya mencari bantuan profesional kesehatan. (lala/*)