Bela Mati-matian Jokowi, Mochtar Ngabalin Bahas Soal Agama

KSP RI, Ali Mochtar Ngabalin (Istimewa)
KSP RI, Ali Mochtar Ngabalin (Istimewa)

JAKARTA- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) RI, Ali Mochtar Ngabalin kembali membela habis-habisam Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari sejumlah pihak yang berusaha menyudutkannya di tengah situasi pandemi COVID-19.

Menurut Mochtar Ngabalin, apabila yang dikerjakan Jokowi dianggap tidak bermanfaat, maka bisa jadi ada yang salah dengan mata dan otak pihak yang bersangkutan. Hal itu diungkapkannya dalam akun media sosial.

Mulanya, ia membahas agama yang mengajarkan untuk senantiasa memiliki sifat rendah hati, walaupunsetinggi apapun ilmu yang dimiliki.

“Agama mengajarkan setinggi apapun ilmu pengetahuanmu tetaplah rendah hati,” kata Mochtar Ngabalin dalam kicauannya, dilansir Hops.id jaringan DepokToday.com pada Rabu, 14 Juli 2021.

Kemudian, Ngabalin membahas soal sejumlah pihak yang tidak bisa melihat manfaat dari apapun yang dilakukan atau dikerjakan seorang Presiden Jokowi.

Padahal, ia yakin selama ini Jokowi bekerja dengan tulus hati untuk rakyatnya.

Nah, apabila banyak orang yang tidak bisa melihat manfaat dari kerja Jokowi tersebut, Ngabalin menilai syaraf orang tersebut mungkin tidak terkontrol dengan baik karena ditutupi oleh kebencian.

Maka, kata Mochtar Ngabalin, yang harus diperbaiki adalah soal hati nurani dari pihak yang bersangkutan.

Terlebih, menurutnya bisa jadi orang tersebut memiliki syaraf otak yang tidak bisa dikontrol dengan baik, lantaran nurani soal kebenaran tertutup oleh rasa benci.

“Kalau apapun yang dikerjakan Jokowi tidak bermanfaat di matamu, maka yang harus kau perbaiki yakni hati dan niatmu,” katanya.

“Karena boleh jadi syaraf otakmu tidak terkontrol dengan baik karena kebencianmu telah menutupi nuranimu dari kebenaran,” timpalnya lagi.

Cendikiawan NU Kritik Jokowi, Mochtar Ngabalin Bersikap

Cendikiawan Islam Nahdlatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdalla turut mengomentari soal gaya kepemimpinan Presiden Jokowi belakangan ini, khususnya ketika pandemi COVID-19 semakin parah di Indonesia.

Melalui kicauan di jejaring media sosial miliknya, pria yang karib dipanggil Gus Ulil ini mengungkapkan sejumlah kesalahan dari Presiden Jokowi yang terjadi belakangan ini.

Awalnya, Gus Ulil membahas soal kebijakan yang dilakukan pemerintah terkait penanganan kebutuhan tabung oksigen yang semakin menipis.

Kemudian dia membahas kesalahan terbesar dari Presiden Jokowi akhir-akhir ini di tengah dahsyatnya badai COVID-19 di Indonesia.

Adapun kesalahan Jokowi yang pertama ialah menyerahkan komando Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Lebih salahnya lagi, kata Gus Ulil, Luhut selaku koordinator PPKM Darurat malah mengklaim pandemi COVID-19 di Indonesia sudah terkendali.

Padahal temuan di lapangan, pandemi virus Corona di Indonesia semakin parah.

“Kesalahan terbesar Pak Jokowi hari-hari ini, saat gelombang pandemi begitu dahsyatnya: menyerahkan kendali pandemi di Jawa-Bali ke Luhut,” kata Gus Ulil.

“Dan kesalahan terbesar Luhut setelah diserahi kendali: mengatakan, pandemi sudah terkendali. Sementara kenyataan di lapangan PARAH sekali,” sambungnya. (rul/*)