Begini Video Pasukan Taliban Kuasai Istana Presiden Afghanistan

Pasukan Taliban (Istimewa)
Pasukan Taliban (Istimewa)

DepokToday- Setelah puluhan tahun bertempur, pasukan Taliban akhirnya berhasil menduduki kota-kota di Afghanistan. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas mewah juga telah direbut, salah satunya Istana Kepresidenan setempat pada Minggu, 15 Agustus 2021.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, sejak kejadian ini, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, dilaporkan kabur ke Tajikistan demi menghindari pertumpahan darah.

Ghani memastikan, saat ini, pasukan Taliban sudah memenangi seluruh pertempuran dari segi senjata. Bukan hanya itu, mereka juga telah memiliki tanggung jawab penuh dalam melindungi kehormatan, kemakmuran, dan harga diri rakyat Afghanistan.

Sebelum Kabul, pasukan Taliban sudah merebut sejumlah kota strategis di Afghanistan, seperti Herat, Kandahar, Jalalabad, hingga Mazar-i-Sharif. Bahkan, sebagian direngkuh tanpa suatu perlawanan.

20 Tahun Perjuangan Pasukan Taliban

Dalam video yang beredar di media sosial, pasukan Taliban telah menguasai Istana Kepresidenan. Mereka terlihat bersantai duduk dibangku mewah sambil memegang senjata laras panjang.

Baca Juga: Geger, Warga Baduy Tak Tersentuh Vaksin dan Tetap Sehat, Ini Faktanya

Taliban menyatakan perang di Afghanistan sudah berakhir setelah kelompok itu menduduki istana kepresidenan di Kabul.

“Hari ini adalah hari besar bagi rakyat Afghanistan dan mujahidin (Taliban). Mereka menyaksikan buah dari upaya dan pengorbanan mereka selama 20 tahun,” kata juru bicara Kantor Politik Taliban, Mohammad Naeem, kepada Al-Jazeera, yang dikutip Reuters, Senin 16 Agustus 2021.

Gebrakan Pertama Taliban Usai Kuasai Afghanistan

Sementara Juru Bicara (Jubir) Taliban, Sohail Shaheen memastikan, setelah merebut Istana Kepresidenan, pihaknya berencana membentuk pemerintahan terbuka. Minimal, ini langkah atau gebrakan pertama yang tengah mereka siapkan.

“Saya berpikir tentang pemerintah inklusif di Afghanistan. Ini adalah tuntutan dan keinginan serta demi keamanan seluruh penduduk Afghanistan,” ujar Sohail Shaheen, dikutip Associated Press, Senin 16 Agustus 2021. (rul/*)