Begini Skenario Polisi Ketika Pilkada Depok Diwarnai Kerusuhan

0
166
Simulasi pengamanan Pilkada Depok (Istimewa)

SUKMAJAYA– Tak lama lagi, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bakal berlangsung di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia. Terkait hal itu, aparat pun telah menyiapkan sejumlah strategi keamanan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan pada pesta demokrasi tersebut.

Di Depok Jawa Barat, aparat kepolisian bersama TNI, dan SatpolPP bahkan mulai aktif melakukan sederet simulasi untuk mengantisipasi adanya gejolak yang ditimbulkan. Sejumlah pasukan pun telah diperkuat untuk menghalau aksi masa yang dikhawatirkan bertindak anarkis.

Tindakan awal yang akan dilakukan jika kondisi itu terjadi adalah upaya negosiasi dengan mengedepankan pasukan polisi wanita atau Polwan. Apabila langkah itu tidak berhasil, maka tindakan terakhir yang dilakukan polisi adalah mengerahkan pasukan pengurai massa, lengkap dengan tembakan gas air mata dan penyemprot air.

Tak hanya itu saja, Polres Metro Depok juga telah menyiagakan pasukan khususnya, yakni Tim Jaguar dan Rainmas untuk mengamankan para pelaku yang bertindak anarkis dan membahayakan keselamatan petugas maupun pengawal kotak suara.

Karo Ops Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Marsudianto yang ikut menyaksikan secara langsung simulasi tersebut mengatakan, latihan ini merupakan bentuk kesiapan dari institusi Polri untuk mengamankan dan memastikan pelaksanaan pesta demokrasi di Kota Depok dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan.

Ia menegaskan, Polri tidak akan bekerja sendiri, melainkan dibantu TNI, KPU, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan juga sejumlah stakeholder lainnya.

“Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaan kegiatan pengamanan setiap tahapan Pilkada nanti dapat berlangsung dengan baik, ini yang perlu menjadi evaluasi pelaksanaan simulasi ini,” katanya saat menghadiri simulasi pengamanan Pilkada di alun-alun Kota Depok pada Rabu 2 September 2020

Marsudianto mengaku, untuk memberi rasa aman dalam proses pilkada, pihaknya juga akan mengerahkan personel bantuan.

“Untuk BKO (Bawah Kendali Operasi) ke wilayah Polres Depok ini, Brimob 200 personel, kemudian dari Samapta 200, itu disiapkan untuk membantu pengamanan,” ujarnya di dampingi Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah

Simulasi pengamanan Pilkada Depok (Istimewa)

Kemudian, untuk membantu pengamanan di TPS sudah disiapkan sendiri dari Polres Metro Depok.  “Tapi untuk kegiatan pengamanan daerah-daerah yang kemungkinan rawan akan disiapkan dari Polda, dari Brimob dan dari Samapta.”

Terkait titik rawan, Marsudianto berjanjji pihaknya akan menyampaikan dalam beberapa waktu ke-depan.

“Berkaitan titik rawan itu nanti akan update ya, kami tidak bisa mengatakan sekarang dimana posisinya. Nanti berdasarkan masukan dari berbagai pihak baik itu dari intelijen, kemudian dari para Kapolsek, Bhabinkamtibmas itu nanti akan ditampung, Kapolres nanti yang akan mengambil keputusan dimana titik yang harus diamankan nanti,” katanya. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here