Begini Siasat Polsek Beji Hadapi Minimnya Perhatian Pemda Soal Vaksinasi

Kepala Polsek Beji, Kompol Agus Khaeron saat meninjau gerai vaksin (DepokToday.com)
Kepala Polsek Beji, Kompol Agus Khaeron saat meninjau gerai vaksin (DepokToday.com)

DepokToday- Polsek Beji mendorong peran RT, RW dan LPM untuk membantu meningkatkan kesadaran warga terkait penanggulangan COVID-19. Sistem ini juga dinilai efektif untuk mempercepat program vaksinasi seperti yang ditargetkan Presiden RI Joko Widodo.

“Perharinya kami targetkan 800 dosis. Kami bekerjasama dengan LPM dan teman-teman RT, RW. Seperti di Kelurahan Pondok Cina ini,” kata Kepala Polsek Beji, Komisaris Polisi Agus Khaeron dikutip pada Minggu 1 Agustus 2021.

Pada pelaksaan kali ini, jelas Agus, ada sebanyak 9 RW di lingkungan Pondok Cina yang mendapat jatah vaksin.

“Ini hampir 90 persen warga Pocin (Pondok Cina) dulu, karena saya ingin fokuskan masing-masing RW seperti kesepakatan bersama. Jadi kegiatan vaksinasi ada ditingkat RW.”

Baca Juga: Pengalaman Pertama Bule Skotlandia dan Ambisi Polsek Sukmajaya

Agus menjelaskan, metode ini sengaja digunakan untuk memudahkan pendataan dan evaluasi program vaksinasi.

“Dan biasanya warga masyrakat itu ada kalanya itu tingkat keberaniannya di bawah rata-rata. Tapi ketika Ketua RW, RT nya sudah disuntik dan bilang nggak apa-apa baru pada berani, nah itu trik kita,” kata Agus.

Ia pun berharap, seluruh warga yang berada di wilayah hukum Polsek Beji dapat mengikuti program vaksinasi untuk mempercepat terjadinya kekebalan komunal guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kuota perhari kita alhamdulillah diberi amanah oleh pimpinan sebanyak mungkin, jadi tidak dibatasi agar masyarakat tervaksin semua,” ujarnya.

Kepala Polsek Beji Blak-blakan

Disisi lain, Agus menyayangkan kurang aktifnya keterlibatan pemerintah daerah dalam pelaksanaan vaksinasi ini.

“Ada sedikit kurang keterlibatan pemerintah daerah, kalau seandainya elaborasi ini berjalan tidak hanya RT, RW dan LPM, tapi kalau dari pemerintah daerah itu lebih keren, bisa lebih masif dan maksimal lagi.”

Bersama TNI-Polri, Inul ikut berbagi sembako (DepokToday.com)
Bersama TNI-Polri, Inul ikut berbagi sembako (DepokToday.com)

Ia mencontohkan, tenaga kesehatan dari puskesmas tidak bisa melayani warga pada hari libur. Berbeda dengan Polri.

Tak hanya itu, kuota yang tersedia di puskemas pun jumlahnya sangat terbatas, hanya sekira 200 dosis atau paling banyak sekira 300 dosis vaksin.

“Kalau kita hari libur terus (vaksin). Nah mereka nggak mau. Teman-teman puskesmas bilang begitu. Tapi kita berupaya maksimalkan vaksin. Kalau memang lebih mudah hari libur ya kita lakukan saat hari libur agar terjadi percepatan kekebalan komunal.” Kata Agus. (rul/*)