Begini Kronologi Eks Jenderal Intelijen Dikerjai Mafia Tanah Depok

Ilustrasi mafia tanah di Depok (Foto: Istimewa)
Ilustrasi mafia tanah di Depok (Foto: Istimewa)

DepokToday- Terduga mafia tanah kembali berulah di Kota Depok. Tak tanggung-tanggung, korbannya kali ini adalah pensiunan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS), Mayjen (purn) TNI, Emack Syadzily. Lantas seperti apa kronologi yang dialami jenderal bintang dua tersebut?

Usut punya usut, ternyata pelakunya juga nekat memalsukan tanda tangan Emck. Dan itu baru diketahuinya baru-baru ini.

Baca Juga: Nenek Buta Huruf Akhirnya Menang Gugatan di Pengadilan Negeri Depok

Pada awak media Emack menjelaskan, kejadian yang dialaminya itu bermula ketika ia hendak menjual lahan seluas 2.930 meter dengan status hak milik di wilayah Bedahan, Depok.

Kemudian, pada tahun 2018, Emack dihubungi oleh salah satu kerabatnya, yang bernama Anton.

“Pak Anton ini meghubungi saya, pak tanah bapak di bedahan akan dibeli seseorang bernama Burhanudin. Dia itu siapa? Kata saya ya ketemuan dulu saja. Akhirnya kami ketemuanlah di daerah Bogor,” katanya dikutip pada Senin 22 November 2021.

“Kalau mau dibeli dengan senang hati lah. Kira-kira 11 Januari 2019 saya kembali dihubungi Pak Anton untuk ketemu dengan Burhanudin, persis hari Jumat seperti ini di Cinere. Saya bawa sertifikatnya, bahkan dengan AJB (akta jual beli) nya,” sambung dia.

Baca Juga: Warga Limo Terancam Kehilangan Tanah, Mantan Kades Punya Bukti Kuat

Setelah melalui tahap negosiasi, akhirnya disepaktilah lahan tersebut senilai Rp 3 miliar.

“Kata dia (Burhanudin) Rp 3 M saya bayar. Apa tanda terimanya, kertas yang saya bawa kecil. Nah saya tanya berapa hari (pembayarannya)? Dua tiga hari kata dia.”

Jenderal BAIS Ditipu Mafia Tanah Depok

Singkat cerita, nyatanya pria bernisial B itu tak juga membayar seperti yang telah dijanjikan. Karena merasa ada yang tidak beres, mantan petinggi BAIS itu akhirnya meminta yang bersangkutan untuk menyerahkan kembali sertifikat tanah tersebut.

Mantan salah satu Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS), Mayjen (purn) TNI, Emack Syadzily. (DepokToday.com)
Mantan salah satu Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS), Mayjen (purn) TNI, Emack Syadzily. (DepokToday.com)

Namun B (terduga pelaku) malah berkelit dengan berbagai alasan. Belakangan diketahui, rupanya sertifikat tersebut telah digunakan terduga mafia tanah sebagai syarat fasos fasum sebuah perumahan elit di kawasan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Depok.

“Sampai akhirnya kata dia (Burhanudin), nggak bisa. Sertifikat bapak sudah saya serahkan ke pemda, loh apa urusannya dengan pemda. Ini untuk fasos fasum PT ALKA dan bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang yang bermitra di Indonesia dengan perumnas,” bebernya.

Baca Juga: Terungkap, Segini Biaya Fantastis Proyek Tol Cijago Depok

Mendengar hal tersebut, Emack pun semakin yakin jika dirinya menjadi korban mafia tanah di Depok.

“Fasos fasumnya tanah makam itu ternyata tanah saya yang di Bedahan itu. Padahal seperserpun belum kasih uang ke saya.”

Tanda Tangan Dipalsukan

Emack Syadzily telah mencoba melakukan kroscek ke Badan Keuangan Daerah Kota Depok. Dan ternyata benar saja, sertifikat tanah miliknya ada di institusi tersebut.

“Kata dia (pejabat BKD) bapak kan sudah menjual ke Burhanudin pada tahun 2015. Lah saya fotoin, terus saya bilang, saya 2015 selaku Direktur di BAIS TNI tanda tangan saya dipalsukan ini, saya tidak merasa menjual,” tutur Emack.

“Itu saya lihat di situ ada jual beli saya dengan si B, lengkap ada sampai RT RW, camat, tanda tangan saya dipalsukan. Ada 4 sampai 7 dokumen yang dipalsukan,” jelasnya.

Baca Juga: Tiga Ular Kobra Jawa Kembali Muncul di Rumah Warga Depok

Yang bikin pensiunan TNI itu makin jengkel adalah, selain ditipu karena tanahnya telah di jual tanpa izin, tanda tangan dirinya pun telah dipalsukan oleh pelaku.

“Akhirnya saya laporin ke Bareskrim Mabes Polri, penyelidikan sudah selesai, tinggal penyidikan,” terangnya.

Lebih lanjut mantan petinggi BAIS ini berharap, agar Pemerintah Kota Depok dalam hal ini BKD dan bidang aset bisa lebih jeli dengan aset-aset yang diserahkan oleh pihak manapun.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait atas kasus tersebut. (rul/*)